Cara mengukur tegangan AC dan DC dengan Multimeter | AVOmeter

  1. 1. Pengertian Tegangan listrik
  2. 2. Pengertian Arus listrik
  3. 3. Jenis Tegangan listrik
  4. 4. Keselamatan Kerja dalam mengukur tegangan dengan multimeter atau AVOmeter
  5. 5. Alat pelindung diri saat mengukur tegangan dengan Multimeter atau AVOmeter
  6. 6. Keselamatan kerja menggunakan Multimeter
  7. 7. Memahami papan baca skala Multimeter analog
  8. 8. Rumus membaca hasil pengukuran tegangan menggunakan Multimeter atau AVOmeter
  9. 9. Cara Mengukur tegangan DC (arus searah) AKI menggunakan Multimeter
  10. 10. Cara Mengukur tegangan DC (arus searah) Baterai menggunakan Multimeter
  11. 11. Cara mengukur tegangan AC (arus bolak-balik ) PLN menggunakan Multimeter
  12. 12. Cara Mengukur tegangan AC (arus bolak-balik ) PLN lebih dari 300Volt menggunakan Multimeter

Cara mengukur tegangan AC dan DC menggunakan Multimeter | AVOmeter Analog - AVOmeter atau Multimeter merupakan alat ukur general purpose (digunakan secara luas). Fungsi AVOmeter (Multimeter/Multitester) Analog analog secara umum untuk mengukur tegangan, Arus dan Hambatan. AVO adalah singkatan dari Ampere Volt dan Ohm jika di bahasakan menjadi Arus, Tegangan dan Resistansi/hambatan.

Setelah kalian mempelajari tentang Arus dan tegangan listrik, hukum Ohm dan daya listrik, kita akan belajar mengukur menggunakan alat ukur listrik seperti AVOmeter atau Multimeter

Fokus dalam pembahasan kali ini adalah Mengukur tegangan DC dan AC menggunakan multimeter. Lanjut baca ya...

Mengukur tegangan AC dan DC menggunakan Multimeter | AVOmeter

1. Pengertian Tegangan listrik

Tegangan listrik adalah perpindahan energi yang dari beda potensial tinggi ke beda potensial yang lebih rendah.



Perbedaan potensial ini akan mempengaruhi banyaknya aliran muatan listrik (elektron) yang dapat disalurkan.

Kita umpakan seperti air yang secara alamiah mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Perpindahan energi dilihat dari posisi ini disebut energi potensial

Saat aliran air tercapai titik seimbangnya, maka sudah air sudah tidak dapat mengalir lagi. Kondisi ini disebut netral

Saat tidak ada aliran listrik pada kondisi aslinya disebut tidak ada tegangan, atau sumber tegangan telah habis dayanya.

2. Pengertian Arus listrik

Arus listrik adalah aliran elektron yang berpindah dari muatan negatif ke muatan yang lebih positif.

Loh, pada hukum Ohm, kok arah arusnya beda pak, arus listrik mengalir dari positif (+) ke negatif (-) ?

Hukum Ohm menyimpulkan bahwa saat melakukan perhitungan, arus listrik pada rangkaian tertutup mengalir dari potensial tinggi ke rendah agar lebih mudah dipahami dalam kajian teori.

3. Jenis Tegangan listrik

Ada 2 jenis tegangan listrik yang umum digunakan dalam perhitungan berdasarkan pada aliran arusnya yaitu, tegangan listrik Arus Searah (Direct Current) dan tegangan listrik Arus Bolak-Balik (Alternating Current)



3.1. Tegangan listrik DC (Direct Current)

Pengertian tegangan DC (Direct Current) atau listrik arus searah adalah sebuah bentuk tegangan dimana arus yang mengalir pada rangkaian listrik dalam satu arah saja, umumnya dari potensial tinggi ke potensial rendah

Dalam hukum ohm, pengertian Listrik arus searah adalah arus listrik yang mengalir dari titik yang memiliki energi potensial tinggi ke titik yang memiliki energi potensial rendah

Beberapa contoh sumber tegangan listrik arus searah adalah:

  1. Baterai
  2. Accumulator (AKI)
  3. Adaptor

3.2. Tegangan listrik AC (Alternating Current)

Pengertian tegangan listrik AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik adalah merupakan listrik yang besarnya dan arah arusnya selalu berubah-ubah dan bolak-balik secara bergantian dalam periode yang sama. Tegangan listrik AC akan membentuk suatu gelombang sinyal yang dinamakan dengan gelombang sinus seperti gambar 2

Beberapa contoh sumber tegangan listrik arus bolak balik adalah:

  1. Generator Listrik

4. Keselamatan Kerja dalam mengukur tegangan dengan multimeter atau AVOmeter

Saat melakukan pekerjaan seperti mengukur tegangan, maka perlu pengetahuan dasar keselamatan dan keamanan kerja (K3). Pengetahuan K3 akan sangat bermanfaat agar anda:

  1. Terhindar dari resiko-resiko bahaya saat bekerja
  2. Keselamatan dari kecelakaan fatal baik terhadap diri sendiri dan atau kerusakan alat kerja
  3. Melatih disiplin dan patuh terhadap Standar operasional prosedur yang berlaku

5. Alat pelindung diri saat mengukur tegangan dengan Multimeter atau AVOmeter

Lengkapi alat pelindung diri anda sebagai berikut sebelum mengukur tegangan listrik:

  1. Sepatu karet
  2. Sarung tangan karet
  3. Pembekalan pengetahuan alat kerja

6. Keselamatan kerja menggunakan Multimeter

6.1 Matikan Multimeter atau AVOmeter

Selalu posisikan saklar selector pada posisi OFF jika multimeter tidak digunakan, terutama dalam jangka waktu lama. Didalam AVOmeter terdapat 2 baterai yang akan bekerja saat saklar selector digunakan untuk pengukuran.



6.2. Mengukur tegangan AC (listrik PLN) yang tidak diketahui besarnya

Saat mengukur tegangan, terutama AC (Alternating Current) yang tidak diketahui besaranya, maka pastikan saklar selector selalu pada posisi skala tertinggi ACV.

Tujuannya agar saat tegangan yang terukur ternyata sangat besar, maka multimeter tidak jebol! (Rusak). Tegangan AC disebut tegangan dengan arus bolak balik, sehingga tidak ada polaritas (+ dan -). Silahkan gunakan probe untuk mengukur secara bebas.



6.3. Mengukur tegangan DC (AKI / Baterai) yang tidak diketahui besarnya

Saat mengukur tegangan, terutama DC (Direct Current) yang tidak diketahui besaranya, maka pastikan saklar selector selalu pada posisi skala tertinggi DCV.

Tujuannya agar saat tegangan yang terukur ternyata sangat besar, maka AVOmeter tidak jebol! (Rusak). Kemudian, tegangan DC disebut tegangan dengan arus searah, sehingga ada ada polaritas (+ dan -).





6.4. Mengukur Arus



7. Memahami papan baca skala Multimeter analog

Kita analisa dulu bagian-bagian papan baca skala pada Multimeter atau AVOmeter dibawah ini ya...



  1. Pada saat mengukur tegangan, baik DC maupun AC, gunakan area papan bertuliskan DCV/ACV
  2. Area kerja papan skala adalah jarum dari 0 sampai angka maksimum (0 ~ 10/50/250)
  3. Sedangkan untuk pengukuran Ohm (resistansi), gunakan area kerja yang ditunjukan oleh garis panah hitam dari 0 sampai tak hingga

8. Rumus membaca hasil pengukuran tegangan menggunakan Multimeter atau AVOmeter

Untuk membaca hasil pengukuran AVOmeter/Multimeter, maka selain pengalaman, ada juga rumusnya. Cari yang paling mudah saja, dan kalian juga dapat menemukan rumusnya sendiri seiring kalian sering menggunakan alat ukur listrik ini.





9. Cara Mengukur tegangan DC (arus searah) AKI menggunakan Multimeter

Langkah pengukuran Tegangan DC pada AKI menggunakan Multimeter.

  1. Cek Multimeter atau AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Atur jarum Multimeter atau AVOmeter lurus dengan angka NOL (jika diperlukan). Gunakan obeng Minus dan cermin yang ada di papan skala,putar knop pengatur jarum
  3. Pastikan probe merah dan hitam dalam keadaan baik, dan tidak terbalik (khusus AVOmeter yang probenya dapat dilepas)
  4. Lihat spesifikasi AKI, secara umum AKI motor dan AKI mobil memiliki tegangan 12,7 Volt DC (jika penuh)
  5. Jika sudah diketahui data ini, saklar selector pindah ke DCV skala 50
  6. Kenapa tidak 10? Kita logika saja, yang mau diukur tegangan 12,7 Volt, maka agar Multimeter atau AVOmeter aman, pilih skala diatas ambang tegangan yang diukur. Gimana kalau gak diketahui data tegangannya pak? Liat pembahasan diatas...
  7. Pastikan saat mengukur AKI, probe Merah (+) dan Hitam (-) tidak salah kutub (polar)
  8. Analisa Hasil pengukuran, saklar selector di skala 50, maka skala yang dibaca pada papan dari 0 - 50. Jarum menunjuk di angka 10 + 1 = 11. Maka hasil pengukuran = 11 DCV


10. Cara Mengukur tegangan DC (arus searah) Baterai menggunakan Multimeter

Langkah pengukuran Tegangan DC pada baterai sama saja dengan AKI menggunakan multimeter

  1. Lihat spesifikasi Baterai, secara umum baterai memiliki tegangan 1,5 Volt DC (jika penuh)
  2. Jika sudah diketahui data ini, saklar selector pindah ke DCV skala 10
  3. Kenapa tidak 2,5? 'Kan tegangan baterai cuma 1,5V pak? Bagus, udah mulai paham ya...tapi bapak beri contoh pakai selector 10 dulu ya..
  4. Pastikan saat mengukur baterai, probe Merah (+) dan Hitam (-) tidak salah kutub (polar)
  5. Analisa Hasil pengukuran, saklar selector di skala 10, maka skala yang dibaca pada papan dari 0 - 10. Jarum menunjuk di angka 1 + 0,2 + 0,2 = 1,4. Maka hasil pengukuran = 1,4 DCV


11. Cara mengukur tegangan AC (arus bolak-balik ) PLN menggunakan Multimeter

Langkah pengukuran Tegangan bolak balik AC PLN menggunakan Multimeter.

  1. Lakukan cek Multimeter atau AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Selalu gunakan sepatu atau sandal karet agar aman dari sengatan listrik
  3. Pastikan jarum tunjuk Multimeter atau AVOmeter lurus dengan angka NOL. Gunakan cermin yang ada di papan skala
  4. Atur jarum tunjuk Multimeter atau AVOmeter lurus dengan angka NOL (jika diperlukan). Gunakan obeng Minus dan cermin yang ada di papan skala, agar akurat
  5. Pastikan probe merah dan hitam dalam keadaan baik, dan tidak terbalik (khusus AVOmeter yang probenya dapat dilepas)
  6. Diketahui, tegangan PLN di Indonesia besarnya 220 VAC
  7. Jika sudah diketahui data ini, saklar selector pindah ke ACV skala 250
  8. Analisa Hasil pengukuran, saklar selector di skala 250, maka skala yang dibaca pada papan dari 0 - 250. Jarum menunjuk di angka 175 + 5 + 5 = 185. Maka hasil pengukuran = 185 ACV


12. Cara Mengukur tegangan AC (arus bolak-balik ) PLN lebih dari 300Volt menggunakan Multimeter

Langkah pengukuran Tegangan arus bolak balik AC diatas 300 ACV menggunakan Multimeter.

  1. Lakukan cek Multimeter atau AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Pastikan jarum tunjuk Multimeter atau AVOmeter lurus dengan angka NOL. Gunakan cermin yang ada di papan skala
  3. Atur jarum tunjuk Multimeter atau AVOmeter lurus dengan angka NOL (jika diperlukan). Gunakan obeng Minus dan cermin yang ada di papan skala, agar akurat
  4. Pastikan probe merah dan hitam dalam keadaan baik, dan tidak terbalik (khusus Multimeter atau AVOmeter yang probenya dapat dilepas)
  5. Diketahui, hendak mengukur tegangan ACV diatas 300 Volt
  6. Jika sudah diketahui data ini, saklar selector pindah ke ACV skala 1000
  7. Pastikan saat mengukur listrik, gunakan sandal atau sepatu untuk keamanan
  8. Analisa Hasil pengukuran, saklar selector di skala 1000, maka skala yang dibaca pada papan dari 0 - 10. Jarum menunjuk di angka 6 + 0,2 = 6,2. Maka hasil pengukuran = 6,2 x (1000:10) = 620 ACV


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url