Resistor: Pengertian, Fungsi, Rumus, Simbol dan Jenisnya


Pengertian Resistor, jenis dan fungsinya dalam elektronika - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor merupakan komponen paling penting dalam dunia elektrik dan elektronika karena merupakan bagian dari hukum Ohm yang tak terpisahkan.



Setelah kalian mempelajari tentang Arus dan tegangan listrik, hukum Ohm dan daya listrik, kita akan belajar memahami komponen elektronika. Komponen pertama yang akan dipelajari yaitu Resistor.

Resistor: Pengertian, Fungsi, Rumus, dan Jenisnya


1. Pengertian Resistor

Apa yg dimaksud dengan resistor? Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif berfungsi untuk menghambat arus dan tegangan listrik. Resistor memiliki karakter semikonduktor, yang artinya dapat menghambat arus listrik atau melewatkan arus listrik sesuai nilai hambatan yang ada di resistor.

Asal kata Resistor resist yang artinya menahan/menghambat. Resistansi adalah sifat bahan yang dapat menahan/menghambat aliran elektron (kita sebut saja arus listrik).

2. Fungsi Resistor

Apa itu fungsi dari resistor? Fungsi resistor adalah menahan arus dan tegangan listrik pada level tertentu sehingga output arus / tegangan sesuai dengan kebutuhan pada rangkaian listrik berikutnya.

  1. Resistor berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir melewati dirinya.
  2. Resistor digunakan untuk aplikasi pengukuran arus listrik DC yang memerlukan keakuratan. Misalnya aplikasi pemakaian resistor pada Alat ukur DC, dan tegangan referensi pada voltage regulator.
  3. Sebagai standar di dalam verifikasi akurasi sebuah alat ukur resistive.
  4. Fungsi resistor untuk mengatur tegangan keluar (output) dalam rangkaian power supply.
  5. Dapat berguna untuk aplikasi power, sebab memerlukan frekuensi respon yang baik, daya yang tinggi serta nilai yang lebih besar dari pada power wirewound resistor.
  6. Resistor juga berguna sebagai pembagi tegangan dan arus listrik.


Implementasi pemakaian resistor untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana, anda ingin mengganti lampu motor dengan led, maka perhitungan sederhanannya seperti ini. (ingat, ini perhitungan sederhana sekali)



3. Isi Resistor

Apa isi resistor? Resistor berisi beberapa bahan baik yang bersifat konduktor yaitu bahan yang memiliki resistansi (hambatan) kecil sehingga arus listrik dapat mengalir.Contoh bahan konduktor adalah besi, tembaga dan aluminium yang sangat baik menghantarkan listrik karena nilai resistansinya sangat rendah.

Bahan semikonduktor adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) dengan karakter tertentu. Contoh bahan semikonduktor adalah silikon, karbon, dan film. Kelebihan bahan semikonduktor adalah aliran arus listrik ini dapat dikendalikan (diatur) berdasarkan kondisi tertentu walau masih mengikuti hukum ohm.

Bahan isolator adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) sangat tinggi sehingga sulit pada aliran listrik mengalir dibahan ini. Contoh bahan isolator adalah karet dan kayu.

Jadi, resistor menggunakan banyak bahan yang dari sifat bahan ini didapat nilai-nilai resistansi yang disesuaikan dengan kebutuhan sebuah rangkaian listrik dan elektronika.

4. Disipasi Daya Resistor

Saat menyatakan resistansi "sebaiknya" disertakan batas kemampuan dayanya. Berbagai macam resistor di buat dari bahan yang berbeda dengan sifat-sifat yang berbeda. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Kenapa?

Karena resistor dialiri arus listrik, dan fungsi utama menahan arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W = I x I x R watt. Ukuran fisik resistor bisa jadi petunjuk, semakin besar resistor, semakin mampu menahan panas.

Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8 Watt, 1/4 watt, 1/2 watt, 1, 2, 5, 10 sampai 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk tabung. Nilai Resistor ukuran besar ini biasanya dicetak langsung dibadannya, misalnya 2,2Ω / 5W

5. Simbol resistor dan satuan resistor

Ada 2 simbol resistor yang umum digunakan:
  1. Simbol resistor versi Eropa
  2. Simbol resistor versi Amerika
Di Indonesia, terutama sekolah dan perguruan tinggi lebih banyak menggunakan simbol resistor versi dari Eropa. Sedangkan pada Industri elektronika, simbol resistor banyak menggunakan versi Amerika. Mungkin karena produk Elektronika banyak dibuat di negara Amerika kali ya...

Satuan resistor adalah Omega (ohm Ω ) Resistor dalam teori dan prakteknya di tulis dengan perlambangan huruf R



6. Tipe-tipe resistor

Ada banyak tipe resistor yang dijual dipasaran, tergantung spesifikasi dan kebutuhan resistor tersebut akan digunakan tujuannya buat apa:
  1. Resistor Linear
    1. Resistor tetap
    2. Resistor tidak tetap
  2. Resistor Non Linear
    1. Thermal resistor (Thermistor)
    2. Light dependent Resistor (LDR)
    3. Voltage dependent resistor (Varistor)
    4. Surface Mount device resistor (SMD)


6.1. Resistor Linear

6.1.1. Pengertian resistor tetap

Pengertian resistor tetap (linear) adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) tetap. Nilai ini biasanya tertera di badan resistor atau untuk jenis resistor yang umum menggunakan kode warna resistor. Baca Cara membaca kode warna resistor 4 gelang (pita)

6.1.2. Jenis resistor tetap

Resistor Linear terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Jenis Resistor Tetap (fixed resistor)
    1. Resistor carbon
    2. Resistor kawat (Wire wound resistor)
    3. Thick film resistor
      • Resistor Fuse
      • Cermet film resistor
      • Metal oxide resistor
    4. Thin film resistor (SMD)
      • Carbon film Resistor
      • Metal film resistor


6.1.3. Fungsi resistor tetap

Fungsi Resistor akan selali disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:



6.1.4. Pengertian resistor variabel (tidak tetap)

Pengertian resistor variabel (tidak tetap) adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) bervariasi. Nilai ini biasanya tertera di badan resistor dalam bentuk range(jangkauan).

6.1.5. Jenis resistor variabel (tidak tetap)

Resistor variabel terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Resistor tidak Tetap (variable resistor)
    1. Potensiometer resistor
    2. Trimer resitor / trimer potensio (trimpot)
    3. Rheostat


6.1.6. Fungsi resistor Variabel

Fungsi Resistor variabel akan selalu disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:





6.2. Resistor Non Linear

6.2.1. Pengertian resistor no linear

Pengertian resistor non linear adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) tidak tetap. Kok mirip dengan resistor variabel ya? Ya mirip tapi resistor jenis non linear nilai hambatannya dipengaruhi secara otomatis oleh beberapa keadaan disekitarnya, misal karena suhu, cahaya, kelembapan dll. Maka resistor non linear cocok untuk sensor-sensor

6.2.2. Jenis resistor non linear

Resistor non Linear terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Thermal resistor Thermistor
    1. Positive Temperature Coefficient (PTC) Thermistor
    2. Negatif Temperature Coeffisient NTC Thermistor
  2. Light dependent Resistor (LDR)
  3. Voltage dependent resistor Varistor
  4. Surface Mount device resistor (SMD)




6.2.3. Fungsi resistor non linear

Fungsi Resistor non linear akan selalu disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url