Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kode Pengaturan template

6 langkah mengidentifikasi bahaya di tempat kerja

Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja K3LH di bidang pekerjaan Komputer dan Jaringan

Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja untuk mengurangi resiko pekerjaan yang bakal terjadi adalah langkah preventif (pencegahan) yang harus selalu di tanamkan tidak hanya bagi perusahaan, tapi juga individu pekerjanya sendiri.

Bahaya adalah segala sesuatu termasuk situasi atau tindakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan atau cedera pada manusia, kerusakan atau gangguan lainnya.

Risiko adalah kombinasi atau konsekuensi suatu kejadian yang berbahaya dan peluang terjadinya kejadian tersebut.

K3LH adalah singkatan dari Kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup. K3LH pada bidang pekerjaan IT atau yang berhubungan dengan komputer dan jaringan pada dasarnya diatur dalam Undang-Undang.

Namun, Undang-Undang yang mengatur usaha-usaha dalam penerapan Kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup hanya menjelaskan secara garis besarnya saja, tidak spesifik dan fokus bidang pekerjaan tertentu

Di Indonesia, banyak lembaga penyelenggara pelatihan K3 bersertifikasi, namun masih bersifat Umum. Meski begitu, pelatihan K3 tidaklah murah, untuk mendapat sertifikasi ahli K3 minimal harus mengikuti ujian sertifikasi dengan harga lumayan mahal.

Lalu, apa saja penerapan K3LH di bidang pekerjaan Komputer dan Jaringan (IT) yang harus kita utamakan, terutama pada pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer dan jaringan?

Kompetensi Dasar Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja

Kompetensi Dasar
  • 3.1. Menerapkan K3LH sesuai dengan lingkungan kerja
  • 4.1. Melaksanakan K3LH di lingkungan kerja

Indikator pencapaian kompetensi dasar 3.1. Menerapkan K3LH sesuai dengan lingkungan kerja
Materi Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja
  1. mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang IT
  2. Bekerja di ruang tertutup
  3. Bekerja di ketinggian
  4. Identifikasi bahaya dan resiko K3LH menurut ISO 45001:2018
  5. Kategori bahaya dan resiko menurut ISO 45001:2018
  6. Langkah mengidentifikasi bahaya K3LH di bidang IT Komputer dan Jaringan

Tujuan saya belajar
Setelah mempelajari materi Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja, saya mampu mempraktekan dengan teliti, cermat, jujur dan percaya diri:
  1. mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang IT
  2. Bekerja di ruang tertutup
  3. Bekerja di ketinggian
  4. Identifikasi bahaya dan resiko K3LH menurut ISO 45001:2018
  5. Kategori bahaya dan resiko menurut ISO 45001:2018
  6. Langkah mengidentifikasi bahaya K3LH di bidang IT Komputer dan Jaringan

Media dan sumber belajar
  1. Media:Powerpoint dan Google slide
  2. Sumber belajar: Buku, Modul dan LKS Komputer dan jaringan dasar, Internet

Alat dan bahan
  1. Komputer
  2. IDLE Python versi 3.x untuk Windows
  3. Aplikasi android Qpython, Pydroid3, atau termux
Prasyarat
  1. -

Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang IT Komputer dan Jaringan

Salah satu "penyebab utama" kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja adalah kegagalan untuk mengidentifikasi atau mengenali bahaya yang ada, atau bahaya yang sebenarnya dapat dicegah di tempat kerja.─ Occupational Safety and Health Administration (OSHA)

Identifikasi bahaya adalah upaya untuk mengetahui, mengenal, dan memperkirakan adanya bahaya pada suatu sistem, seperti peralatan, tempat kerja, proses kerja, prosedur, dll.

Penilaian risiko adalah proses penilaian suatu risiko dengan membandingkan tingkat/kriteria risiko yang telah ditetapkan untuk menentukan prioritas pengendalian bahaya yang sudah diidentifikasi.

Identifikasi bahaya dan penilaian risiko merupakan salah satu tahap perencanaan dalam Sistem Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang diwajibkan dalam standar ISO 45001:2018 maupun PP No.50 Tahun 2012 terkait SMK3.

Pekerja IT atau yang berhubungan dengan komputer dan jaringan tidak selamanya di tempat yang nyaman. Ruang lingkup pekerjaan IT sangat luas. Dibawah adalah daftar Pekerjaan IT yang dapat diidentifikasi.

Mengidentifikasi bahaya kerja di ruang tertutup

Ruang tertutup seperti Laboratorium, ruang server, dan ruang khusus komputer lainnya memiliki resiko bahaya tersembunyi yang harus diwaspadai.

Contoh bahaya tersembunyi yang sering terabaikan saat di ruang tertutup
  1. Kebakaran akibat konsleting karena kesalahan instalasi listrik, kelalaian akibat abai keselamatan atau abai terhadap tanda-tanda kerusakan kabel listrik
    Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja ruang komputer
  2. Hipotermia (kedinginan) yang akut atau paru-paru basah karena terlalu lama bekerja di ruang server dengan AC pendingin yang bekerja maksimal.
    Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja ruang server
  3. Sikap berbahaya seperti abai terhadap kerapihan tempat kerja dapat berakibat fatal terjatuh, terpeleset dan lain-lain
    Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja ruang server lantai licin
  4. Tersengat listrik dari badan komputer karena lupa perawatan berkala

Mengidentifikasi bahaya kerja di ketinggian

Pekerjaan di bidang Jaringan komputer dan telekomunikasi memiliki resiko bahaya tersembunyi yang cukup besar dan dapat merenggut nyawa kita jika tidak waspada dan menggunakan alat pengaman diri (APD) yang sesuai standar.

Bidang pekerjaan IT komputer dan jaringan telekomunikasi tidak jarang harus bekerja di ketinggian seperti tiang telepon, tangga, atap rumah, atap gedung dan tower telekomunikasi.

Contoh bahaya tersembunyi yang sering terabaikan saat bekerja di ketinggian
  1. Terjatuh akibat lalai menggunakan APD yang standar,tidak mengecek kondisi alat dan bahan, tidak memperhatikan lingkungan sekitar saat menaiki tangga.
  2. Takut ketinggian tapi memaksa bekerja berakibat pingsan. Sangat tidak dianjurkan orang-orang yang memiliki phobia ketinggian untuk melakukan pekerjaan berbahaya ini
    K3LH bekerja di ketinggian
  3. Sikap berbahaya seperti abai terhadap peringatan atau belum memiliki sertifikasi K3 bekerja di ketinggian
  4. Tersengat listrik dari tiang telepone, atap gedung atau rumah, dan besi tower yang tidak sengaja teraliri listrik karena lalai mengecek kondisi lingkungan dan sekitarnya

Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang IT (Komputer dan Jaringan) dan K3LH menurut ISO 45001:2018

Sesuai ISO 45001:2018, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan pemilik usaha atau pekerjaan dan pekerja atau karyawan dalam melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko di tempat kerja, di antaranya:
  1. Aktivitas rutin dan non-rutin di tempat kerja
  2. Aktivitas semua pihak yang memasuki tempat kerja termasuk kontraktor, pemasok, pengunjung, dan tamu
  3. Perilaku manusia, kemampuan, dan faktor manusia lainnya
  4. Bahaya dari luar lingkungan tempat kerja

Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang IT (Komputer dan Jaringan) menurut ISO 45001:2018

Bahaya-bahaya dan resiko kerja yang teridentifikasi menurut ISO 45001:2018 dapat dikelompokkan dalam kategori-kategori.

Pengelompokan ini bertujuan mempermudah dalam merencanakan penilaian resiko kerja yang mungkin terjadi.

KATEGORI A KATEGORI B KATEGORI C KATEGORI D
Potensi bahaya yang menimbulkan risiko jangka panjang pada kesehatan. Potensi bahaya yang menimbulkan risiko langsung pada keselamatan. Risiko terhadap kesejahteraan atau kesehatan sehari-hari. Potensi bahaya yang menimbulkan risiko pribadi dan psikologis.
  • Bahaya kimia (debu, uap, gas, asap)
  • Bahaya biologis (penyakit dan gangguan oleh virus, bakteri, binatang dsb.)
  • Bahaya fisik (kebisingan, penerangan, getaran, iklim kerja, terpeleset, tersandung, dan jatuh)
  • Bahaya ergonomi (posisi duduk, pekerjaan berulang-ulang, jam kerja yang lama)
  • Potensi bahaya lingkungan yang diakibatkan oleh polusi/limbah yang dihasilkan perusahaan
  • Kebakaran
  • Listrik
  • Potensi bahaya mekanik (tidak adanya pelindung mesin)
  • Tata graha/ housekeeping (penataan dan perawatan buruk pada peralatan dan lingkungan kerja)
  • Air Minum
  • Toilet dan fasilitas mencuci
  • Ruang makan atau kantin
  • P3K di tempat kerja
  • Transportasi
  • Pelecehan, termasuk intimidasi dan pelecehan seksual
  • Terinfeksi HIV/AIDS
  • Kekerasan di tempat kerja
  • Stres
  • Narkoba di tempat kerja

Langkah-langkah Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang IT (Komputer dan Jaringan)

Upaya atau langkah mengidentifikasi bahaya dan resiko terkait pekerjaan IT Komputer dan jaringan

  1. Mengumpulkan informasi terkait bahaya yang ada di tempat kerja
  2. Melakukan inspeksi secara langsung untuk menemukan potensi bahaya yang ada di tempat kerja
  3. Melakukan identifikasi bahaya terhadap kesehatan kerja
  4. Melakukan investigasi pada setiap insiden yang terjadi
  5. Melakukan identifikasi bahaya yang terkait dengan situasi darurat dan aktivitas non-rutin
  6. Membuat kategori sifat bahaya yang teridentifikasi, menentukan langkah-langkah pengendalian sementara, dan menentukan prioritas bahaya yang perlu pengendalian secara permanen

Oiya, untuk penjelasan tentang Langkah-langkah Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang IT (Komputer dan Jaringan)akan kita lanjutkan pada postingan berikutnya.

Sumber Informasi : https://www.safetysign.co.id/news/365/6-Langkah-Identifikasi-Bahaya-dan-Penilaian-Risiko-Sesuai-Standar-OSHA
Tugas kuiz Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang IT (Komputer dan Jaringan)
  1. Buatlah daftar tentang bahaya yang dapat timbul dirumah kalian. Identifikasi apa saja hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya, dan bagaimana langkah (solusinya)
  2. Buatlah video presentasi tentang Mengidentifikasi bahaya K3LH pada pekerjaan di bidang IT (Komputer dan Jaringan),kemudian upload hasilnya ke Youtube, Instagram dan Facebook.
  3. Tag akun @rudysetiawanst(instagram) dan rudysetiawansst(facebook)