Mengidentifikasi bahaya kerja bidang Komputer dan jaringan ⚡


Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bertujuan untuk mengurangi resiko pekerjaan yang bakal terjadi, dan langkah preventif (pencegahan) yang harus selalu di tanamkan tidak hanya bagi perusahaan, tapi juga individu pekerjanya sendiri.

Bahaya adalah segala sesuatu termasuk situasi atau tindakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan atau cedera pada manusia, kerusakan atau gangguan lainnya.

Risiko adalah kombinasi atau konsekuensi suatu kejadian yang berbahaya dan peluang terjadinya kejadian tersebut.

K3LH adalah singkatan dari Kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup. K3LH pada bidang pekerjaan IT atau yang berhubungan dengan komputer dan jaringan pada dasarnya diatur dalam Undang-Undang.

Namun, Undang-Undang yang mengatur usaha-usaha dalam penerapan Kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan hidup hanya menjelaskan secara garis besarnya saja, tidak spesifik dan fokus bidang pekerjaan tertentu

Di Indonesia, banyak lembaga penyelenggara pelatihan K3 bersertifikasi, namun masih bersifat Umum. Meski begitu, pelatihan K3 tidaklah murah, untuk mendapat sertifikasi ahli K3 minimal harus mengikuti ujian sertifikasi dengan harga lumayan mahal.

Lalu, apa saja penerapan K3LH di bidang pekerjaan Komputer dan Jaringan (IT) yang harus kita utamakan, terutama pada pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer dan jaringan?

Materi pokok: Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang komputer dan jaringan


1 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang Komputer dan Jaringan


Identifikasi bahaya dan penilaian risiko merupakan salah satu tahap perencanaan dalam Sistem Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang diwajibkan dalam standar ISO 45001:2018 maupun PP No.50 Tahun 2012 terkait SMK3.

Pekerja IT atau yang berhubungan dengan komputer dan jaringan tidak selamanya di tempat yang nyaman. Ruang lingkup pekerjaan IT sangat luas. Dibawah adalah daftar Pekerjaan IT yang dapat diidentifikasi.

A Mengidentifikasi bahaya kerja di ruang tertutup

Ruang tertutup seperti Laboratorium, ruang server, dan ruang khusus komputer lainnya memiliki resiko bahaya tersembunyi yang harus diwaspadai.

Contoh bahaya tersembunyi yang sering terabaikan saat di ruang tertutup
  1. Kebakaran akibat konsleting karena kesalahan instalasi listrik, kelalaian akibat abai keselamatan atau abai terhadap tanda-tanda kerusakan kabel listrik
  2. Hipotermia (kedinginan) yang akut atau paru-paru basah karena terlalu lama bekerja di ruang server dengan AC pendingin yang bekerja maksimal.
  3. Sikap berbahaya seperti abai terhadap kerapihan tempat kerja dapat berakibat fatal terjatuh, terpeleset dan lain-lain
  4. Tersengat listrik dari badan komputer karena lupa perawatan berkala

B Mengidentifikasi bahaya kerja di ketinggian (tower jaringan)

Pekerjaan di bidang Jaringan komputer dan telekomunikasi memiliki resiko bahaya tersembunyi yang cukup besar dan dapat merenggut nyawa kita jika tidak waspada dan menggunakan alat pengaman diri (APD) yang sesuai standar.

Bidang pekerjaan IT komputer dan jaringan telekomunikasi tidak jarang harus bekerja di ketinggian seperti tiang telepon, tangga, atap rumah, atap gedung dan tower telekomunikasi.

Contoh bahaya tersembunyi yang sering terabaikan saat bekerja di ketinggian
  1. Terjatuh akibat lalai menggunakan APD yang standar,tidak mengecek kondisi alat dan bahan, tidak memperhatikan lingkungan sekitar saat menaiki tangga.
  2. Takut ketinggian tapi memaksa bekerja berakibat pingsan. Sangat tidak dianjurkan orang-orang yang memiliki phobia ketinggian untuk melakukan pekerjaan berbahaya ini
  3. Sikap berbahaya seperti abai terhadap peringatan atau belum memiliki sertifikasi K3 bekerja di ketinggian
  4. Tersengat listrik dari tiang telepone, atap gedung atau rumah, dan besi tower yang tidak sengaja teraliri listrik karena lalai mengecek kondisi lingkungan dan sekitarnya

2 Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja Komputer dan Jaringan serta K3LH menurut ISO 45001:2018

Sesuai ISO 45001:2018, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan pemilik usaha atau pekerjaan dan pekerja atau karyawan dalam melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko di tempat kerja, di antaranya:
  1. Aktivitas rutin dan non-rutin di tempat kerja
  2. Aktivitas semua pihak yang memasuki tempat kerja termasuk kontraktor, pemasok, pengunjung, dan tamu
  3. Perilaku manusia, kemampuan, dan faktor manusia lainnya
  4. Bahaya dari luar lingkungan tempat kerja

3 Kategori bahaya di tempat kerja bidang Komputer dan Jaringan menurut ISO 45001:2018

Bahaya-bahaya dan resiko kerja yang teridentifikasi menurut ISO 45001:2018 dapat dikelompokkan dalam kategori-kategori.

Pengelompokan ini bertujuan mempermudah dalam merencanakan penilaian resiko kerja yang mungkin terjadi.

KATEGORI A KATEGORI B KATEGORI C KATEGORI D
Potensi bahaya yang menimbulkan risiko jangka panjang pada kesehatan. Potensi bahaya yang menimbulkan risiko langsung pada keselamatan. Risiko terhadap kesejahteraan atau kesehatan sehari-hari. Potensi bahaya yang menimbulkan risiko pribadi dan psikologis.
  1. Bahaya kimia (debu, uap, gas, asap)
  2. Bahaya biologis (penyakit dan gangguan oleh virus, bakteri, binatang dsb.)
  3. Bahaya fisik (kebisingan, penerangan, getaran, iklim kerja, terpeleset, tersandung, dan jatuh)
  4. Bahaya ergonomi (posisi duduk, pekerjaan berulang-ulang, jam kerja yang lama)
  5. Potensi bahaya lingkungan yang diakibatkan oleh polusi/limbah yang dihasilkan perusahaan
  1. Kebakaran
  2. Listrik
  3. Potensi bahaya mekanik (tidak adanya pelindung mesin)
  4. Tata graha/ housekeeping (penataan dan perawatan buruk pada peralatan dan lingkungan kerja)
  1. Air Minum
  2. Toilet dan fasilitas mencuci
  3. Ruang makan atau kantin
  4. P3K di tempat kerja
  5. Transportasi
  1. Pelecehan, termasuk intimidasi dan pelecehan seksual
  2. Terinfeksi HIV/AIDS
  3. Kekerasan di tempat kerja
  4. Stres
  5. Narkoba di tempat kerja

4 Langkah-langkah Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang Komputer dan Jaringan

Upaya atau langkah mengidentifikasi bahaya dan resiko terkait pekerjaan Komputer dan jaringan

  1. Mengumpulkan informasi terkait bahaya yang ada di tempat kerja
  2. Melakukan inspeksi secara langsung untuk menemukan potensi bahaya yang ada di tempat kerja
  3. Melakukan identifikasi bahaya terhadap kesehatan kerja
  4. Melakukan investigasi pada setiap insiden yang terjadi
  5. Melakukan identifikasi bahaya yang terkait dengan situasi darurat dan aktivitas non-rutin
  6. Membuat kategori sifat bahaya yang teridentifikasi, menentukan langkah-langkah pengendalian sementara, dan menentukan prioritas bahaya yang perlu pengendalian secara permanen

Oiya, untuk penjelasan tentang Langkah-langkah Mengidentifikasi bahaya di tempat kerja bidang IT (Komputer dan Jaringan)akan kita lanjutkan pada postingan berikutnya.

Sumber Informasi : https://www.safetysign.co.id/news/365/6-Langkah-Identifikasi-Bahaya-dan-Penilaian-Risiko-Sesuai-Standar-OSHA
Next Post Previous Post