--> Skip to main content

Vlan: 5 hal yang harus dipahami tentang virtual LAN

Pengertian Vlan

Pengertian Vlan, fungsi dan cara kerjanya pada jaringan komputer yang wajib dipelajari siswa TKJ

Pengertian Vlan adalah Virtual LAN (local area network) yaitu sebuah segmentasi jaringan LAN yang dibuat secara virtual. Pengertian Vlan lainnya adalah memecah broadcast domain dan mengisolasinya pada layer 2 (datalink).

Maka perangkat jaringan yang akan dipakai menggunakan Vlan harus dapat bekerja di layer 2 (datalink) atau layer 3 (network)

Vlan sendiri menggunakan protocol IEEE 802.1q/Dot1q. Standar ini mendukung LAN virtual (VLAN) pada jaringan Ethernet IEEE 802.3.

Standar tersebut mendefinisikan sistem pemberian tag VLAN untuk frame Ethernet dan prosedur yang menyertainya untuk digunakan oleh bridge dan switch dalam menangani frame tersebut.

Oiya, ini gambaran cara kerja Vlan...
Bayangkan ketika guru kalian mencari seorang siswa. Untuk kelas dengan jumlah siswa yang kecil, misal 20 orang, maka si guru tentu mudah menemukannya dengan membroadcast secara langsung.

Tapi apa jadinya jika ada 500 siswa kumpul dilapangan? Sangat sulit bukan? Solusinya mudah, panggil saja ketua kelas masing-masing untuk meneruskan broadcast si guru tersebut.

Virtual LAN (Vlan) melakukan hal serupa di jaringan. Vlan menggunakan Layer 2 data link untuk mengurangi lalu lintas Broadcast. Vlan memecah jaringan lebih kecil, sehingga perangkat dalam satu Vlan tidak terganggu lalu lintas dari jaringan lain.



Pengertian Vlan

Pengertian Virtual LAN (Vlan) secara umum adalah segmentasi jaringan switch yang dibuat secara virtual. Sekelompok perangkat seperti PC dalam VLAN ID yang sama dapat berkomunikasi seolah-olah setiap PC terhubung ke kabel yang sama.

Kelebihan Vlan adalah kemampuan membuat koneksi logis, bukan koneksi fisik, sehingga PC tertentu dapat bergerak bebas asal didalam VlanID yang sama.

Pengertian Vlan
Gbr 1. Seperti yang ditunjukkan pada gambar, VLAN memungkinkan pengguna di berbagai departemen (mis., Bos, dan karyawan) untuk terhubung ke jaringan yang sama terlepas dari switch fisik yang digunakan atau lokasi Switch, selama didalam VlanID yang sama, si Bos dapat berpindah lokasi secara flexibel.


VLAN memungkinkan administrator membagi jaringan berdasarkan segmentasi seperti tim, status, lokasi, atau aplikasi, tanpa memperhatikan lokasi fisik pengguna atau perangkat.

Setiap VLAN dianggap sebagai jaringan logis yang terpisah meski didalam 1 perangkat Switch yang sama.

Pada jaringan LAN biasa yang menggunakan switch standard (unmanaged) dimana fitur switch ini akan meneruskan traffic dari satu port ke semua port yang lain ketika ada traffic dengan broadcast domain yang sama melewati port tersebut.

Contoh sebuah LAN di seting dengan network 192.168.1.0/24 maka dengan menggunakan perangkat switch standar, dia akan membroadcast domain 192.168.1.255 ke seluruh port switch.

Efeknya adalah, anda dapat mengkoneksikan kabel LAN ke client tanpa pengaturan apapun alias langsung konek.

Berbeda dengan switch khusus (managed), switch model managed mampu untuk membuat beberapa informasi LAN / segment jaringan yang berbeda (standarnya menggunakan ID sebagai identitas), dan hanya akan meneruskan traffic ke port-port yang memiliki id yang sama.

Inilah kelebihan dari switch managed karena mampu meneruskan informasi Vlan.

Sebagai catatan: Switch managed ini secara default (bawaan pabrik) berfungsi seperti switch standar karena sudah diseting VLAN dengan ID 1 (vlan id = 1) dimana anggotanya semua port yang ada.

Kalau gak di konfigurasi, ya seperti switch biasa, yang disayangkan, mahal-mahal cuma jadi switch standar,hehehe..


Manfaat Vlan

Ketika beban jaringan cukup LAN besar, maka beban broadcast domain juga semakin besar. Efeknya adalah kemampuan respon jaringan semakin menurun karena traffic broadcast menjadi beban keseluruhan jaringan anda.

Contoh, ketika anda mendefinisikan IP address jaringan 192.168.1.0/24 dengan prefix /24 dimana artinya broadcast domain ini harus menghandle 254 client (device). Dalam beberapa kasus, jika 254 client ini berjalan bersamaan serentak, traffic masih lancar, namun ada juga yang mulai lambat.

Solusi termudahnya adalah membuat Subnetting pada jaringan tersebut. Meski itu kadang itu tidak menyelesaikan masalah, hanya meminimalisir beban jaringan dengan memecah jaringan tersebut menjadi beberapa sub network.

Umumnya, ketika subnetting dibuat dibutuhkan peralatan jaringan yang banyak terutama switch yang memecah network.

Ini menjadi masalah karena akhirnya biaya yang dikeluarkan untuk pembelian switch atau router semakin besar, karena tiap subnet dibedakan berdasarkan Switch.

Salah satu cara mengurangi biaya adalah menggunakan protokol Vlan, dengan cara mengcreate subnet-subnet ke dalam sebuah ID tertentu dalam 1 buah perangkat yang mendukung tentunya

Pengertian Vlan
Gbr 2. VlanID hanya memancarkan 3 Broadcast domain


Dengan hanya menggunakan 1 port saja, anda dapat mendefinisikan jaringan dengan segment yang berbeda seolah-olah menggunakan banyak port. Inilah kelebihan dari protokol Vlan.

Namun jangan lupa, Vlan hanya bisa dibuat dan diterjemahkan menggunakan peralatan jaringan yang mendukung.

Pengertian Vlan
Gbr 3. Vlan ID melewati ether 2 sebagai trunk ke switch port1. Kemudian informasi Vlan ID di berikan ke port4, port5 dan port6.



Manfaat Keterangan
Broadcast Domain kecil Mengurangi broadcast domain. Dalam gambar terlihat ada 6 PC tapi broadcast domainnya hanya 3,
yaitu Bos, sekretaris dan Karyawan
Meningkatkan keamanan Hanya PC yang memiliki VlanID yang sama saja bisa berkomunikasi
Efisiensi Mudah dikonfigurasi, diidentifikasi karena VlanID dapat dibuat sesuai kelompok.
Misal Bos dan Karyawan
Mengurangi biaya Kebutuhan perangkat tidak terlalu banyak saat upgrade
Performa jaringan Broadcast domain yang kecil meningkatkan performa jaringan



Memahami Port range

VLAN protokol dapat mengelompokan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung institusi dan menangani permasalahan kondisi geografis. Untuk memberi identitas sebuah VLAN maka digunakan nomor identitas VLAN yang dinamakan VlanID.

VlanID digunakan untuk menandai VLAN yang terkait dengan port yang dituju.

Ada 2 Jenis Port range yang sering dipakai:

Normal Range VLAN (1 – 1005) Digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah

  • Nomor ID 1002 sampai 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI VLAN.
  • VlanID 1, 1002–1005 secara default sudah ada dan tidak dapat dihilangkan. Digunakan sebagai default port.
  • Konfigurasi disimpan di dalam file database VLAN, yaitu vlan.dat. File ini disimpan dalam memori flash pada Switch.
  • VLAN trunking protocol (VTvP),yaitu yang membantu manajemen VLAN, nanti dipelajari di bab 4, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database VLAN.

Extended Range VLAN (1006 – 4094)

  • Memampukan para service provider untuk memperluas infrastrukturnya kepada konsumen yang lebih banyak. Dibutuhkan oleh perusahaan berskala besar yang menggunakan jumlah VLAN lebih dari normal.
  • Memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingakn VLAN normal range.
  • Disimpan dalam NVRAM (file running configuration).
  • VTP tidak bekerja.


Istilah-istilah dalam Vlan

VLAN dapat mendefinisikan segmen jaringan sebanyak 4096 dalam sebuah interface (port). Inget 1 port loh!

Pembuatan VLAN membutuhkan parameter utama yaitu Core Port (Tagged) dan Edge Port (Untagged) istilah ini dipopulerkan oleh vendor Network seperti Mikrotik.

Istilah lain yang terkenal dari Core port (Trunk) Port dan Edge port (Access). Penggunaan istilah Trunk dan Access dipopulerkan oleh vendor jaringan Cisco.

Baik, dalam pembahasan kali ini, saya pakai istilah Trunk (tagged) dan Access (untagged) ya sahabat...

Untuk Trunk kita membutuhkan sebuah Router/Switch managed untuk membuat VLAN dan pada Access kita perlu sebuah switch manageable untuk yang dapat memecah informasi Vlan ID dari port Trunk.

Jadi, inget ya sahabat, Trunk =Tagged itu informasi yang berisi VlanID dan Access =Untagged yang akan meneruskan informasi ID ke port-port yang telah ditentukan


Tipe Vlan

Teknologi VLAN digunakan untuk berbagai keperluan didalam jaringan komputer yang makin komplek. Berdasarkan tingkat lalu lintas jaringan, ada beberapa Tipe VLAN yang dapat diterapkan.

1. Default Vlan

Default Vlan pada switch dari berbagai merk seperti Cisco, Huawei dan Dlink adalah VLAN 1. Secara default saat switch manageable belum dikonfigurasi, semua port switch berada pada VLAN 1. Secara default, semua lalu lintas Layer 2 melewati VLAN 1.

Hal-hal yang harus diketahui tentang VLAN 1:
  1. Semua port switch diberi access ke VLAN 1 secara default saat belum dikonfigurasi.
  2. Native VLAN adalah VLAN 1 secara default.
  3. Manajemen VLAN adalah VLAN 1 secara default. Digunakan untuk mengkonfigurasi switch
  4. VLAN 1 tidak dapat diganti nama atau dihapus.

2. Vlan Data

VLAN data adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memisahkan lalu lintas yang dibuat pengguna.

VLAN data memisahkan jaringan berdasarkan kelompok pengguna atau perangkat.

Jaringan komputer modern memiliki banyak VLAN data tergantung pada keinginan perusahaan.

Catatan: manajemen Vlan khusus Voice dan konfigurasi jaringan jangan disamakan dengan VLAN data.

3. Native Vlan

Lalu lintas pengguna dari VLAN harus ditandai dengan ID ketika dikirim ke Switch lain. Port trunk digunakan oleh Switch untuk mendukung transmisi lalu lintas yang ditandai (tagged).

Secara khusus, port trunk menggunakan protokol 802.1Q yang menyisipkan 4 byte di header frame Ethernet untuk mengidentifikasi VLAN di mana frame tersebut berada.

Switch juga dapat mengirim lalu lintas tanpa tanda (untagged) ke jalur trunk link yang lain. Lalu lintas yang tidak ditandai oleh Port trunk 802.1Q diarahkan ke native VLAN.

Native VLAN pada switch Cisco, huawei atau Dlink adalah VLAN 1 (alias VLAN default).

4. Manajemen Vlan

Manajemen VLAN adalah VLAN data yang dikonfigurasi secara khusus untuk mengkonfigurasi traffic termasuk SSH, Telnet, HTTPS, HHTP, dan SNMP. Secara default, VLAN 1 dikonfigurasi sebagai manajemen VLAN Switch manageable Layer 2.

5. Voice Vlan

Salah satu fitur Vlan adalah optimasi jalur Voice (suara) di protokol Voip. Agar performa meningkat, Vlan khusus Voip harus benar-benar dipisahkan



Contoh Kasus topologi Vlan

Skenarionya kita akan membagi 3 grup user dimana ada user marketing, user programmer dan Manajemen. Namun setelah disurvei lokasi, ternyata gedungnya memiliki 2 lantai dimana user programmer dan marketing ada di lantai 1 dan 2 dan Manajemen dilantai 1

Solusinya adalah kita rancang topologi sebagai berikut. Dibutuhkan 1 router, switch manageable 2 unit.

Pengertian Vlan
Gambar 2. Router melalui jalur trunk ke port1 Switch Lt1 berisi VlanID10,20 dan 30 dimana di distribusikan sebagai access ke port4,5 dan 6. Untuk lantai 2, informasi ID diambil dari trunk port2 switch Lt1, dan distribusikan ke port5 dan 6.


Router membuat VlanID 10,20 dan 30. Informasi ini diteruskan melalui ether2 (trunk) ke port1 Switch Lt1.

Informasi VlanID10,20 dan 30 yang didapat dari port1 di distribusikan sebagai access ke port4,5 dan 6.

Untuk lantai 2, informasi ID diambil dari trunk port2 switch Lt1 diterima port2 switch Lt2, dan distribusikan ke port5 dan 6.

Gimana? Simple 'kan?

kalo bingung nanya ya...Komentar dibawah gak di kunci kok...bebas...


Soal latihan Pengertian Vlan


Tugas portofolio Pengertian Vlan

  1. Kerjakan tugas portofolio Pengertian Vlan berupa video kemudian upload ke youtube. Link youtube serahkan ke guru kalian
  2. Tag akun @rudysetiawanst(instagram) dan rudysetiawansst(facebook)

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar