31.1.20
By - 31.1.20
Hukum Ohm, pengertian, bunyi hukum ohm, dan cara perhitungan dalam rangkaian listrik

Hukum Ohm, pengertian, rumus, satuan dan contoh soal-soalnya

Pengertian Hukum Ohm adalah pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar (dimana setiap penghantar selalu ada nilai hambatan/redaman) selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya.

Bunyi Hukum Ohm ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827

Komputer dan semua peralatan elektronika, adalah sebuah rangkaian listrik yang bekerja menggunakan tegangan dan arus listrik sebagai sumber dayanya agar dapat menyala.

Rangkaian listrik yang bekerja menggunakan tegangan dan arus listrik di analogikan sebagai sebuah debit air, dimana aliran air tersebut dapat diatur besar kecilnya berdasarkan bukaan keran (dalam hal ini kita sebut redaman atau resistansi).

Besarnya arus air akan berbanding lurus dengan debit air berbanding terbalik dengan redamannya. Jika bukaan keran tetap (redaman tetap), agar air yang mengalir deras, kita cukup tambah debit air sebesar-besarnya. Ya 'kan?

Nah, kalau dalam rangkaian listrik, untuk mendapat arus yang besar, kita cukup naikan (tambah) saja tegangan listrik yang lebih besar lagi selama penghantar (kabel misalnya) nilai tetap. Sederhana bukan?


Bunyi hukum Ohm

Berdasarkan pengertian hukum ohm pada awal artikel ini, dibawah adalah bunyi hukum Ohm yang sebenarnya,

Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau kawat Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (E) dan berbanding terbalik dengan hambatan / resistansi(R)

Rumus hukum Ohm

Nah, dari bunyi hukum Ohm diatas, secara matematis ditulis dalam sebuah persamaan,

I = E / R

Di mana:
  • I = arus listrik yang mengalir pada penghantar dalam satuan Ampere (A).
  • E = Beda potensial (tegangan) yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt (V).
  • R = nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm (Ω).


Rangkaian listrik

Rangkaian listrik adalah skema lintasan listrik yang melalui berbagai komponen listrik (dalam bentuk simbol komponen) dari sumber daya (baterai) dan kembali lagi.

Rangkaian listrik seperti pengertian diatas disebut Closed loop (rangkaian tertutup).

Arus dan tegangan listrik, pengertian, simbol dan rumusnya
Gambar 1. Aki, kabel dan lampu, rangkaian listrik yang sempurna


Ada dua jenis rangkaian listrik,
  • seri
  • dan paralel
Contoh rangkaian listrik seri adalah Senter; atau bisa juga lihat gambar 1, itu rangkaian listrik seri juga.

Lalu, contoh rangkaian listrik paralel seperti apa?

Rangkaian paralel biasanya linstasan aliran listriknya bercabang.

Untuk contoh, coba kalian cari di google ya, ( ngeles! 😂 )


Hubungan Rangkaian listrik dengan hukum Ohm

Pada rangkaian listrik, tegangan, resistansi, dan arus yang lewat pada sebuah penghantar dapat dihitung dengan rumus hukum Ohm.

Memahami materi hukum ohm sangat membantu dalam praktik hukum Ohm dalam kehidupan sehari-hari.

Gak percaya?

Salah satu contohnya adalah saat mengganti bohlam lampu motor kalian.

Terus?

Ya, coba dianalisa dong, kalo masih bingung, tinggalkan komentar.


Hubungan Daya listrik dengan hukum Ohm

Pada rangkaian listrik, selain tegangan, resistansi, dan arus yang lewat dapat dihitung dengan rumus hukum Ohm, Daya listrik juga dapat dihitung.

Rumus hukum ohm merupakan perhitungan teori analisa sebuah rangkaian, sedangkan rumus daya listrik digunakan untuk menganalisa laju energi yang dipakai komponen dalam satu waktu.

Analoginya gimana pak?

Ginih..

Rangkaian listrik selalu membutuhkan sumber daya listrik, dalam hal ini saya contohkan baterai. Sumber listrik ini akan mengeluarkan energi yang dibutuhkan agar rangkaian listrik bekerja dengan benar.

Terus?

Otomatis baterai ini tidak akan selamanya mampu memberi suplai tegangan. Dengan rumus daya listrik, maka kita dapat menganalisa kebutuhan energi agar rangkaian listrik bekerja dengan sesuai.

Lalu?

Menggunakan sentuhan matematika, rumus Daya listrik dan rumus Hukum Ohm dapat digunakan untuk menganalisa sebuah rangkaian listrik secara akurat.



Contoh soal hukum ohm

Untuk memahami dasar teori hukum ohm, coba kalian pahami contoh soal hukum ohm dibawah ini.

Contoh soal hukum ohm 1:
Sebuah aki motor memiliki tegangan 12 Volt. Kemudian dibebankan sebuah lampu bohlam melalui sebuah kawat tembaga dengan redaman sebesar 2,2 Ohm(Ω). Berapakah arus yang mengalir ?

Jawab 1:
Diketahui:
E = 12 Volt
R = 2,2 Ω

Ditanya:
I = ?

Solusi:
Arus dan tegangan listrik, pengertian, simbol dan rumusnya
Gambar 2. Hukum ohm mencari Arus



Contoh soal hukum ohm 2:
Tentukan besarnya redaman dari sebuah kabel dimana ada lampu yang memiliki arus 500miliAmpere (mA) jika tegangan yang terukur 120 Volt

Jawab 2:
Menyelesaikan masalah tersebut dengan rumus R = E / I

Diketahui:
E = 120 Volt
I = 500mA = 500 x 10-3 Ampere

Ditanya:
R = ?

Solusi:
Arus dan tegangan listrik, pengertian, simbol dan rumusnya
Gambar 3. Hukum ohm mencari Resistansi


Contoh soal hukum ohm 3:
Hitung besarnya arus yang mengalir melalui sebuah kawat yang memiliki redaman 2000 Ω ( 2 KΩ) dimana tegangan yang diberikan sebesar 16 Volt

Jawab 3:
Menyelesaikan masalah tersebut dengan rumus I = E / R

Diketahui:
E = 16 Volt
R = 2000 Ω = 2 x 103

Ditanya:
I = ?

Solusi:
Arus dan tegangan listrik, pengertian, simbol dan rumusnya
Gambar 4. Hukum ohm mencari Arus



Tugas portofolio Hukum Ohm, pengertian dan rumusnya

  1. Carilah informasi tentang Hukum Ohm, pengertian dan rumusnya melalui internet.
  2. Buatlah video presentasi saat proses menyelesaikan tugas-tugas tersebut,kemudian upload ke Youtube, Instagram dan Facebook.
  3. Tag akun @rudysetiawanst(instagram) dan rudysetiawansst(facebook)

 

Start typing and press Enter to search