29.9.19
- 29.9.19
Hampir gagal jadi PNS

Pemberkasan CPNS - Memang beginilah hidup di dunia. Jalannya penuh kerikil tajam dan jurang menganga. Aku hampir gagal menjadi PNS karena mungkin kesalahan ku juga. Tapi, jika kamu tidak pernah ikut ujian, bagaimana kamu tahu nikmatnya kelulusan?

*****
Sudah lama banget aku gak menulis tentang keseharian sebagai PNS. Padahal dulu pernah janji ke diri sendiri untuk rajin menulis, mulai dari hal remeh temeh sampai yang butuh perenungan mendalam hingga harus memutar otak.

Nah kemarin malem, setelah sholat Isya, kok tangan ini gatel untuk menulis kembali ya?

Jadi teringat janji dulu mau menulis setiap hari yang realitanya, hingga 9 tahun berlalu, baru 1 atau 2 tulisan yang bisa aku hasilkan. Gak produktif blas!

Oke, sekarang aku mau mencoba menulis hal remeh temeh yang dapat aku ceritakan ke khalayak ramai, syukur-syukur ini dapat di tauladani. Ini berkaitan dengan pengalaman saat mengurus berkas CPNS dulu. Kenapa? Yah, biar ceritanya nyambung aja, hehehe...

*****

Jadi gini ceritanya...

Setelah aku dinyatakan Lulus CPNS dan diberikan jadwal pemberkasan CPNS yang hanya 1 minggu, akhirnya aku resign dari perusahaan untuk segera mengurus berkas yang dibutuhkan.

Berdasarkan syarat pemberkasan, banyak sekali yang harus disiapkan. Jika tidak mampu memberikan berkas yang dibutuhkan, maka status CPNS akan dibatalkan. Ngerih!!

Untung berkas-berkas aku termasuk lengkap dan tersusun rapi. Belajar dari Bapak (alm), berkas beliau selalu tersusun rapi dalam bundel bantex dengan label kategori yang jelas.

Aku kebagian jadwal pemberkasan pada hari Senin. Diwajibkan datang pukul 10 pagi WIB ke Badan Kepegawaian Daerah, menggunakan pakaian putih dan celana warna gelap.

*****

Ketemu teman lama...


Hari Senin yang ditunggu telah tiba. Aku tiba di lokasi pemberkasan pukul 8.30 pagi. Suasana cukup ramai orang-orang yang akan melakukan pemberkasan.

Ada 1 tenda besar yang dikelilingi banner sebagai pagar. Tidak terlalu tinggi hingga aku dapat melongok kedalam tenda. Ada 5 meja yang melayani para calon pegawai ini melakukan pemberkasan.

Menurut jadwal dan nomor pendaftaran, aku kebagian dipanggil pukul 10 WIB. Masih ada banyak waktu untuk sekedar berkeliling, siapa tahu ketemu teman-teman angkatan yang juga diterima menjadi CPNS.

Aku asik berjalan sambil sesekali memandang orang lalu lalang, tiba-tiba pundakku ditepuk dari belakang...repleks, ku tengok siapa dia gerangan!

"Halo bro,Rudy. Ngapain ente disini?" Aku terkesima sekejap, mencoba meloading memori diotak, mencari file yang sudah lama tersimpan. Ahhh, dapat!

"Hallah, Yadi omess..." Sentakku ketika mengetahui siapa yang menepuk.

"Yoi, Yadi, sodaramu yang ganteng ini...hehehe" Balasnya.

Kami bersalaman sambil berpeluukan. (*jangan dibayangin kek teletubis) Ini hanya sekedar melepas kangen setelah sekian tahun berpisah. Yadi adalah sahabat saat dulu sama-sama sekolah di STM. Aku akui, doi ganteng, tapi aku gak naksir!

"Keterima PNS juga ente bro?" Tanya Yadi membuka obrolan.

"Yoi, keterima jadi PNS Guru..." Kataku pada Yadi.

Baca juga: 6 tips dan trik lolos seleksi CPNS

"Hloo, setahu ane, ente dulu kuliah di ITS, emang ada fakultas keguruan disono..?" Tanya Yadi lagi menyimak.

"Ceritanya panjang bro, sedihlah kalo lo denger.." Balasku.

"Tenang bro, ane adalah sahabatmu yang sudah lama hilang, ane mau denger cerita ente. Gimana kalo kita sambil ngebakso dan ngopi..?"

"Haish, bisaan aja ente..oke, tapi inget kebiasaan lama dibuang, makan dua bilang satu...hehehe" Kataku sambil terkekeh pada Yadi.

Kami pun menuju warung bakso yang letaknya tidak jauh dari Kantor BKD. Banner warung bakso segede gaban sangat mencolok menyambut kami, pantes masih pagi sudah rame...

*****

Berkas dinyatakan kurang lengkap! Waduh...


Kami ngobrol ngalur ngidul mengenang masa lalu. Yadi juga bercerita banyak hal, terutama perjuangannya sampai bisa diterima CPNS. Tak terasa waktu jua yang memisahkan kita. Yadi pamit, rupanya dia sudah selesai pemberkasan dari pagi tadi. Jam pun menunjukan pukul 9.30, saatnya menuju tenda pemberkasan kembali.

Sesampai di lokasi, rupanya masih banyak calon pegawai negeri yang akan melakukan pemberkasan. Aku menunggu sesuai nomor antrian yang akan dipanggil dengan sabar. Selang 15 menit, nomor dan namaku dipanggil untuk maju. Aku diarahkan ke meja 1, disitu ada papan nama panitia, pak Supono,M.M. "Hmm, orang jawa nih," pikirku.

Setelah mempersilahkan duduk, pak Supono menyalamiku,

"Selama ya, mas Rudy ya namanya...sudah sampai sejauh ini dalam proses rekrutmen CPNS 2009." Katanya.

"Terima kasih banyak pak, Alhamdulillah gak nyangka juga..." Balasku dengan sopan.

"Tapi sekarang nyangka 'kan?. Oiya berkasnya sudah siap semua? Coba bapak periksa dulu..."

"Siap pak, ada semua..." Sambil mengambil bendel berkas dalam map snel yang disusun sesuai urutan yang diminta panitia kepada pak Supono.

Sambil memeriksa berkas - berkas, pak Supono rupanya orang penting juga. Kalau melihat perawakan, sudah berumur. Level pegawai mungkin setingkat Kasi atau Kabid, atau bisa jadi Kadis. Itu berdasar analisa ketika pegawai-pegawai panitia berinteraksi dengan pak Supono.

"Dulu pas ikut CPNS ada yang bawa gak mas? Atau punya sodara di pemerintahan?" Tanyanya kepadaku sambil memeriksa berkas.

"Wah, gak ada pak. Saya ikut tes CPNS juga coba-coba. Bapak saya PNS, tapi cuma tukang sapu di STM pak..." Jawabku dengan hati-hati dan sopan.

Biasa memang kalo ada beberapa oknum CPNS yang merupakan orang titipan pejabat. Di tahun 2009, penerimaan dan tes CPNS tidak setransparan tahun 2019. Tapi saya akui, sudah mulai ada perbaikan.

"Mas Rudy, ada satu berkas yang kami anggap tidak valid, yaitu fotocopy legalisir AKTA IV dan Transkrip nilai. Tidak validnya karena tanda tangan pejabat pengesahnya menggunakan cap! Jika mas masih berminat jadi PNS, kami tunggu kehadiran mas untuk melengkapi berkas 1 minggu lagi dari sekarang..." Kata pak Supono memberi penjelasan.

Glek! Aku menelan ludah. Duh!

"Baik pak, berkas akan segera saya lengkapi..." Jawabku dengan tegas.

"Oke mas! Mas rudy tanda tangan disini, bahwa berkas sudah masuk, tinggal melengkapi kekurangannya. Nanti kalo sudah lengkap, baru bisa terbit SPT dan SK penempatan tugas, oke ya? Terima kasih, semoga urusannya cepet selesai.".

"Terima kasih pak." Aku menyalami pak Supono dan segera keluar dari tenda itu. Buru-buru aku menuju parkiran untuk segera pulang ke rumah.


Baca juga: 10 cara tips dan trik lulus penerimaan CPNS


Meski masih ada kekurangan pada berkas, tapi hati ini masih lega, karena menurutku proses pemberkasan sangat lancar dan terbuka, dan yang terpenting masih diberi kesempatan. Tinggal bingung ni,cara mendapatkan legalisir AKTA IV, secara ini berarti aku harus ke Malang. O Mai God!

Jika kurang mengerti dan faham, ajukan pertanyaan dan komentar, InsyaAllaah dibalas...
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search