Menyalahkan itu mudah, memperbaiki yang susah!

- 04 September


Seorang murid di sekolah melukis begitu mengagumi lukisan yang baru dibuatnya, ia menilai itu adalah karya terbaiknya . Dengan besar hati ia memasang lukisannya di etalase umum di sekolah nya, ia berharap penilaian tentang lukisannya dari teman teman satu sekolah.

Di bawah lukisan ia menulis : "Barangsiapa yang menemukan kesalahan pada lukisan ini, mohon diberi tanda dengan menggunakan tinta merah ". Sore harinya ia temukan lukisan terbaik miliknya sudah penuh dengan coretan merah, begitu banyaknya coretan itu sehingga lukisan aslinya tidak dikenali lagi.

Merasa gagal sebagai pelukis ia kemudian mengadukan hal itu pada gurunya , guru yang bijak itu menasihati : "Besok engkau taruh lagi lukisan terbaikmu di etalase sekolah, tulislah dibawah lukisanmu itu kalimat ini: " Barangsiapa yang menemukan kesalahan pada lukisan ini mohon gunakan kuas yang telah tersedia untuk memperbaiki."

****

Keesokan hari, ia pun melaksanakan nasihat gurunya, dari jauh ia memperhatikan tidak seorangpun berani mendekat ke lukisan itu, bahkan sampai sore hari, tidak ada seorangpun temannya satu sekolah yang mencoba memperbaiki lukisan itu.

****

Gurunya menjelaskan : "Orang yang mampu mencari dan menemukan kesalahan/aib itu jumlahnya banyak sekali ... namun orang yang mampu memperbaiki dan berbuat sesuatu,mencari solusi atas kesalahan yang terjadi agar dapat terus memperbaiki dirinya, diri orang lain...sangat sedikit jumlahnya"

Begitulah kondisi kita dewasa ini, amat suka mengkritisi dan mencela, tapi tak satupun yang datang dengan solusi.


Pelukis muda itu tersenyum puas dengan keterangan gurunya itu. Setiap orang bisa menjadi guru kehidupan bila berfikir positif dan bersinergi untuk hasil yang lebih baik lagi dan lagi.


Catatan kaki

Buah pemikiran Prof. Amri Marzali
Catatan tambahan oleh Pak Gatot Hp Priowirjanto
 

Start typing and press Enter to search