24.8.18

Materi KJD: Menerapkan Subnetting IPv4 kelas C

- 24.8.18

Komputer dan Jaringan Dasar - Ketika sebuah jaringan komputer semakin besar dan sulit di kelola, mungkin ini saatnya untuk Subnetting ulang. Pada jaringan komputer yang menggunakan IP Private kelas C (biasa disebut LAN), secara default alokasi IP address yang diberikan untuk host berjumlah 254 buah.



Halo,Assalamualaikum Wr.Wb sahabat SMK yang budiman...

Apa kabar?

Saya harap anda semua sehat selalu ya...

Hari ini saya akan membahas materi tentang Subnetting Alamat IP versi 4.

Seperti yang telah kita pelajari minggu lalu dalam materi Memahami IP address, IPv4 panjangnya adalah 32bit dan dibagi dalam 2 bagian,yaitu: Network dan host.

Nah, 2 bagian ini nanti digunakan oleh protokol routing untuk menentukan Network tujuan.

Perangkat Router akan meneruskan paket berdasarkan bagian network dari alamat IP; setelah Network diketahui, bagian host dari alamat IP digunakan untuk identifikasi perangkat tujuan.

Namun, ketika Network berkembang, dengan banyaknya peralatan (host) yang ada didalam Network maka perlu pembagian ulang Network (Subnetting) agar didapat lalu lintas data yang lebih cepat dan efisien.

Bukan untuk mengecilkan kemampuan anda, materi Subnetting termasuk dalam jajaran materi tersulit. Namun sebagian siswa justru menjadikan ini sebagai tantanganya.

Nah, seru 'kan?

Gimana? Yuk kita kemon aja, lanjut bacanya...

Mengidentifikasi latar belakang subnetting IPv4

Dalam jaringan komputer, perangkat (host) menggunakan Broadcast IP untuk mencari layanan dan perangkat lainnya.

Ingat bahwa Broadcast dikirim ke semua penghuni (host) di dalam jaringan.

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah contoh layanan jaringan yang bergantung pada Broadcast.

Perangkat (host) mengirim broadcast ke seluruh jaringan untuk mencari server DHCP. Pada jaringan yang besar, ini dapat membuat lalu lintas jaringan menjadi padat dan menyebabkan lelet.

Selain itu, IP Address versi 4 jumlahnya terbatas, sehingga perlu efisiensi pemakaian. Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa jenis dan kelas.

Jenis alamat IPv4 sebagai berikut:

  1. Unicast

    merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
  2. Broadcast

    merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
  3. Multicast

    merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_4


Lalu, ada kelas IPv4 yang terdiri dari 5 kelas.

Gbr 1. Kelas-kelas IPv4

Pada gambar 1, sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), (*baca materi ini: memahami IP address) tapi untuk lebih mudah mengingatnya, bilangan biner tersebut sudah di konversi menjadi desimal.

Pada alamat IPv4 berjenis Unicast, ada juga jenis alamat IP Public dan Private.

IP public

merupakan IP khusus yang hanya boleh digunakan untuk keperluan menghubungkan jaringan luas (WAN) dan Internet. Karena keterbatasan IPv4, tidak semua peralatan jaringan menggunakan IP Public, sehingga untuk mendapat IP public kita harus mendaftar terdahulu pada organisasi yang telah ditunjuk.

Didunia ada badan atau organisasi yang mengelola Internet resources ini, yaitu sebagai RIR (Regional Internet Registry) organisasi setingkat benua atau beberapa negara dan NIR (National Internet Registry) organisasi setingkat negara.

Indonesia sendiri mempunyai NIR tersebut dibawah APJII atau bagian dari divisi APJII yaitu IDNIC (Indonesia Network Information Center) dengan website resmi www.idnic.net atau www.apjii.or.id. Organisasi ini yang akan mengurus masalah IP public dan standard jaringan lainnya.

IP Private

yaitu sebuah alamat IP yang penggunaannya untuk menghubungkan jaringan yang sifatnya lokal.

Alamat IP Private sudah ditentukan agar tidak saling melakukan overlapping dengan alamat IP Public. Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network, paling umum disebut LAN (Local area Network).

RFC 1918 sudah menentukan IP Private didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
  1. 10.0.0.0/8 - IP Private yang sangat besar (dimasukan ke kelas A)
  2. 172.16.0.0/12 - IP Private cukup besar (dimasukan ke kelas B)
  3. 192.168.0.0/16 - IP Private kecil / lokal saja (dimasukan ke kelas C)

Mengurangi broadcast domain terlalu besar, efisiensi alamat IP yang terbatas adalah latar belakang perlunya subnetting, membagi network menjadi lebih kecil dan efisien.

Meskipun sudah diatur sedemikian rupa, subnetting tetap dibutuhkan untuk mengoptimalkan jaringan sampai sekarang.

Memahami perencanaan pengalamatan IP

Perencanaan jumlah IP berkaitan dengan jumlah host (PC/Alat jaringan) yang akan dipasang pada sebuat ruang atau lokasi.

Nah...misalnya ada kasus seperti ini, dalam desain topologi Network Laboratorium komputer Sekolah Anda terdapat 4 Laptop 1 server dan 1 printer (lihat gambar 2).

Gbr 2. Merancang kebutuhan IP


Tiap perangkat ini terhubung dengan sebuah Switch Unmanaged, dimana secara default switch ini akan meneruskan paket broadcast ke seluruh host yang terhubung dengannya.

Didalam topologi, jumlah host yang akan dihubungkan oleh switch ada 6, artinya kebutuhan minimal untuk laboratorium komputer sekolah ada 6 IP address.

Untuk keperluan jaringan Lokal (Local Area Network) berskala kecil, standarnya sudah diplot menggunakan IP Private kelas C yaitu 192.168.xxx.xxx /24

Oke, lanjut bacanya...

*****

Memahami Subnetmask IPv4 kelas C

Tadi kita sudah memplot Laboratorium komputer sekolah anda "cuma" punya 6 client yang artinya juga hanya butuh 6 IP saja.

Lalu sebagai teknisi jaringan, anda faham bahwa lab tersebut adalah jaringan lokal yang kecil sehingga sudah pasti menggunakan IP Private IPv4 kelas C.

IPv4 (saya tulis gitu aja ya?) menggunakan default subnetmask prefix /24 atau dalam Biner ditulis 11111111.11111111.11111111.00000000, (coba perhatikan angka 1nya, ada 24 gak?).

Jika biner dikonversi menjadi desimal hasil prefix/24 adalah 255.255.255.0.

Oke, karena kalian udah mulai faham, untuk sementara kita tulis dulu laboratorium komputer SMKN 1 Natar menggunakan jaringan 192.168.10.0/24.

Gbr 3. Menganalisa Subnetmask untuk menentukan jumlah IP per jaringan

"Pak! 10 itu darimana, sama kenapa ada 0 nya?" Mungkin ini pertanyaan kalian, atau malah gak ada yang tanya? Mehh!

Perhatikan gambar 4 dibawah...

Gbr 4. Menganalisa Subnetmask untuk menentukan jumlah IP per jaringan


IP address versi 4 seperti diketahui panjangnya 32bit, dibagi dalam 4 oktet, artinya 1 oktet = 8bit.

Pada gambar 4, IP address pada Oktet1, Oktet2 dan Oktet3 ditulis dalam notasi desimal. Khusus oktet4 ditulis dalam notasi biner.

Oiya, perhatikan juga Oktet1 sampai Oktet3 merupakan bagian dari Network (N) dan Oktet4 bagian dari Host (H).

Nah coba kamu amati, jika saya tulis sebuah IP 192.168.10.0/24, angka 10 berada di oktet ke berapa? 1,2,3,4? bagian mana? Network atau Host?

Yep, betul! 10 berada di oktet3 dan dibagian Network...

"Boleh saya tulis sembarang pak?" Boleh saja, selama masih di antara angka 0 dan 255. Nanti dibahas dibawah...

Untuk angka 0 pada oktet4, perhatikan bitnya 00000000 semua. Karena bit nilai 0 semua sebagai NetworkID atau 1 semua BroadcastID maka IP ini disebut IP Network.

Menghitung jumlah Host pada subnetmask standar

Udah mulai pening belooom? Belommm! Alhamdu...lilllaah.

IP address selalu bergandengan dengan Prefix atau subnetmask. Dari informasi subnetmask lah, dapat kita tentukan Jumlah network,jumlah Host, alamat Host pertama,Alamat host terakhir pada sebuah jaringan.

Jika tadi kamu tulis laboratorium Komputer menggunakan network 192.168.10.0/24, lalu berapa jumlah IP yang bisa diberikan pada jaringan tersebut?
Perhatikan gambar 5...

Gbr 5. IP Kelas C secara default memiliki Prefix length /24 atau 255.255.255.0


Dengan menggunakan rumus Jumlah Host per Subnet = 2h – 2, dimana h adalah adalah banyaknya binari 0 pada oktet bagian host. Jadi jumlah host per subnet adalah 28 – 2 = 254 host

Wow, ada 254 IP gaes. Padahal kalo dilihat pada gambar 3 topologi, cuma ada 6 host. Gimana solusinya nih????

*****

Menghitung jumlah Network pada subnetmask standar

Perhatikan gambar 6 dibawah

Gbr 6. Menghitung jumlah network


Dengan menggunakan rumus Jumlah Network = 2n, dimana n adalah adalah banyaknya binari 1 pada oktet bagian host. Jadi jumlah Network adalah 20 = 1 Network

Menentukan alamat Network subnetmask standar

Perhatikan gambar 4 dibawah


Pantai Pasir Putih


Menentukan alamat Broadcast subnetmask standar

Perhatikan gambar 5 dibawah


Pantai Pasir Putih


Dengan mengetahui Alamat Network = 192.168.10.0, mak alamat broadcast adalah jumlah maksimum bit 1 pada bagian host. Jika ditulis dalam desimal 192.168.10.255

Menentukan alamat Host pertama dan terakhir pada subnetmask standar

Perhatikan gambar 6 dibawah


Pantai Pasir Putih


Memahami dasar Subnetting

Subnetting adalah memecah jaringan yang besar menjadi beberapa jaringan kecil

Subnetting IPv4 dibuat dengan meminjam 1 atau lebih bit pada bagian host.

Semakin banyak bit host yang dipinjam, semakin banyak subnet yang dapat dibuat tapi semakin sedikit jumlah host.

Untuk setiap bit yang dipinjam, jumlah subnet yang tersedia menjadi dua kali lipat.

Langkah Subnetting dengan cara meminjam bit


Contoh
Sebuah lab komputer diberikan alamat jaringan oleh administrator 192.168.1.0/25. Lakukan analisa kebutuhan IP pada jaringan tersebut


Pantai Pasir Putih


Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C Private dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (dikonversi menjadi desimal => 255.255.255.128).


Pantai Pasir Putih


Informasi subnetmask yang baru (255.255.255.128) ini didapat dengan meminjam 1 bit dari bagian HOST.
Lalu kita dapat menentukan jumlah Network, jumlah Host / subnet, Alamat Network dan broadcast / subnet, alamat Host pertama dan terakhir / subnet.

Perhitungan Subnetting

Nah, berdasarkan data pada gambar 8, kita selesaikan analisanya sebagai berikut:
  1. Jumlah Subnet = 2n, dimana n adalah banyaknya binari 1 pada oktet bagian host. Jadi Jumlah Subnet adalah 21 = 2 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2h – 2, dimana h adalah adalah kebalikan dari n yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir bagian host. Jadi jumlah host per subnet adalah 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 (nilai oktet terakhir subnet mask =>255.255.255.128) = 128.
    Berdasar jawaban Jumlah subnet pada poin 1, ada 2 subnet maka blok subnet dimulai dari 0,128.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.

Perhatikan gambar dibawah.


Pantai Pasir Putih


Perhitungan Subnetting jika diketahui alamat IP dan prefixnya saja

Kadangkala teknisi jaringan terutama dari Perusahaan hanya memberi alamat IP dan prefixnya saja untuk kita konfigurasi.

Contoh: Analisa sebuah IP dari ISP 192.168.10.138/27. Tentukan:
  1. subnetmask
  2. alamat network
  3. alamat broadcast
  4. jumlah host / network
  5. posisi alamat IP tersebut di subnet ke berapa
  6. IP host pertama dan terakhir pada subnet tersebut


Pantai Pasir Putih


Perhatikan, prefix 27 berarti bagian host dipinjam 3 bit untuk Network. Nah, sekarang kita cari alamat Broadcastnya


Pantai Pasir Putih


Selanjutnya kita cari alamat host pertama dan terakhir pada subnet tersebut sebagai berikut:


Pantai Pasir Putih


Setelah didapat data-data tentang jumlah Network (subnet), jumlah Host per subnet, serta blok Subnet, kita akan melihat posisi IP 192.168.10.138/27 berada di subnet ke berapa.


Pantai Pasir Putih


Tugas portofolio

1. Diketahui alamat Network sebuah lab komputer 192.168.100.0/26. Tentukan:
  1. Subnet Mask
  2. Alamat IP Host Pertama
  3. Alamat IP Host Terakhir
  4. Alamat IP Broadcast

2. Diketahui alamat IP komputer 192.168.1.211/28. Tentukan:
  1. Subnet Mask
  2. Alamat Network IP tersebut
  3. Alamat Broadcast IP tersebut
  4. Posisi IP tersebut berada di subnet ke berapa

Latihan soal dan quiz Melakukan Subnetting IP versi 4 kelas C

  1. Kerjakan soal-soal Melakukan Subnetting IP versi 4 kelas C yang tersedia melalui akun Quipper kalian. ( Baca disini : cara mendaftar quipper learn buat siswa)
  2. Gunakan kode kelas: JWDDNN5 buat kalian yang baru pertama kali gabung
  1. Upload hasil tugas portofolio melalui link ini ==> upload tugas

Daftar pustaka

Cisco Networking academy
 

Start typing and press Enter to search