Melakukan Subnetting IP versi 4 kelas C

- 24 Agustus


Halo,Assalamualaikum Wr.Wb sahabat SMK...
Apa kabar? Saya harap anda semua sehat selalu ya..

Hari ini saya akan membahas materi tentang Subnetting Alamat IP versi 4. Seperti yang telah kita pelajari minggu lalu, IPv4 panjangnya adalah 32bit dan dibagi dalam 2 bagian,yaitu: Network dan host.

Nah, 2 bagian ini nanti digunakan oleh protokol routing untuk menentukan Network tujuan. Perangkat Router akan meneruskan paket berdasarkan bagian network dari alamat IP; setelah Network diketahui, bagian host dari alamat IP digunakan untuk identifikasi perangkat tujuan.

Namun, ketika Network berkembang, dengan banyaknya peralatan (host) yang ada didalam Network maka perlu pembagian ulang Network (Subnetting) agar didapat lalu lintas data yang lebih cepat dan efisien.

Indikator Pencapaian Kompetensi

  1. Mengidentifikasi latar belakang subnetting pengalamatan IP
  2. Memahami perencanaan pengalamatan IP
  3. Menentukan Subnetting dasar
  4. Menentukan Subnetting menggunakan rumus

Tujuan Belajar Subnetting IP versi 4 kelas C

Melalui berbagai diskusi,tanya jawab,menggali informasi,anda dapat:
  1. Mengidentifikasi latar belakang subnetting pengalamatan IP
  2. Memahami perencanaan pengalamatan IP
  3. Menentukan Subnetting dasar
  4. Menentukan Subnetting menggunakan rumus

Mengidentifikasi latar belakang subnetting pengalamatan IP


Dalam jaringan komputer, perangkat (host) menggunakan Broadcast IP untuk mencari layanan dan perangkat lainnya. Ingat bahwa Broadcast dikirim ke semua penghuni di dalam jaringan.

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah contoh layanan jaringan yang bergantung pada Broadcast. Perangkat (host) mengirim broadcast ke seluruh jaringan untuk mencari server DHCP. Pada jaringan yang besar, ini dapat membuat lalu lintas jaringan menjadi lambat.

Untuk alasan ini, jaringan yang besar harus disegmentasi menjadi sub-network yang lebih kecil, agar efisien dan mengurangi lalu lintas data yang tidak perlu dan badai broadcast (broadcast storm).

Memahami perencanaan pengalamatan IP

Perencanaan jumlah host (PC) yang akan memakai alamat IP di setiap subnet sangat diperlukan saat melakukan subnetting. Misalnya dalam desain Network Sekolah Anda pertimbangkan berapa banyak host yang diperlukan dalam Subnet di ruang TU, berapa banyak PC (Host) di ruang LAB atau kantor.
Perencanaan jumlah client per subnet

Menentukan Subnetting dasar IPv4 kelas C

Setiap alamat Network memiliki rentang alamat host yang valid. Semua perangkat yang terhubung ke Network yang sama akan memiliki alamat IP dan subnetmask default yang menggunakan prefix /24 atau 255.255.255.0

Standar Subnetmask pada IP kelas C

Subnetting IPv4 dibuat dengan meminjam 1 atau lebih bit pada bagian host. Ini dilakukan untuk memperluas jaringan dengan meminjam beberapa bit dari bagian host agar bit jaringan semakin bertambah. Semakin banyak bit host yang dipinjam, semakin banyak subnet yang dapat dibuat. Untuk setiap bit yang dipinjam, jumlah subnet yang tersedia menjadi dua kali lipat.

Misalnya, jika 1 bit dipinjam, 2 subnet dapat dibuat. Jika 2 bit, 4 subnet dibuat, jika 3 bit dipinjam, 8 subnet dibuat, dan seterusnya. Namun, dengan setiap bit yang dipinjam, lebih sedikit alamat host yang tersedia per subnet.

Proses subnetting dengan meminjam bit pada bagian Host

Seperti yang ditunjukkan pada Gambar diatas, ketika kita mengubah biner menjadi desimal kita melihat bahwa alamat subnet ke 0 (net 0) adalah 192.168.1.0 dan alamat subnet satu (Net 1) adalah 192.168.1.128. Karena bit host berubah (dipinjam untuk network), Subnet Mask untuk setiap subnet sekarang adalah 255.255.255.128 atau prefix /25.

INGAT! Agar mudah dipahami, bit bernilai 1 = untuk penanda bagian Network, dan bit bernilai 0 = penanda bagian Host

Menentukan Subnetting menggunakan rumus

Menghitung jumblah Subnet
Gunakan rumus ini untuk menghitung jumlah subnet:
2n (di mana n = jumlah bit yang dipinjam untuk digunakan network (bit bernilai 1))

Menghitung jumlah Host
Gunakan rumus ini untuk menghitung jumlah host per network:
(2h)-2 (di mana h = jumlah bit yang tersisa di bagian host (bit bernilai 0)) dikurangi 2 untuk network IP dan broadcast IP

Contoh
Hitung subnetting untuk network 192.168.1.0/25

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (dikonversi menjadi desimal => 255.255.255.128).
Penjelasan subnetmask prefix /25

Perhitungan Subnetting

Nah, pada saat kita melakukan Subnetting,maka anda akan mengerjakan 4 poin, jumlah subnet/network, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi mari kita selesaikan:
  1. Jumlah Subnet = 2n, dimana n adalah banyaknya binari 1 pada oktet bagian host. Jadi Jumlah Subnet adalah 21 = 2 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2h – 2, dimana h adalah adalah kebalikan dari n yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir bagian host. Jadi jumlah host per subnet adalah 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 (nilai oktet terakhir subnet mask =>255.255.255.128) = 128. Berdasar jawaban Jumlah subnet pada nomor 1, jadi ada 2 subnet yaitu dimulai dari subnet 0, dan 128.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Tabel alokasi IP pada network 192.168.1.0/25

Perhitungan Subnetting jika diketahui alamat IP dan prefixnya saja

Kadangkala teknisi jaringan hanya memberi alamat IP dan prefixnya saja untuk kita konfigurasi. Tugas anda menentukan IP network dan broadcast agar dapat terhubung dengan baik.



Tugas portofolio

Tentukan:
  1. Alokasi IP untuk Network 192.168.1.0/26
Buat dalam buku kerja kalian, beri nama dan foto hasilnya. Kirim melalui whatsapp grup

Daftar pustaka

Cisco Networking academy



 

Start typing and press Enter to search