24.8.18
By - 24.8.18
Menerapkan Subnetting IPv4 kelas C

Subnetting pada IP address versi 4

Komputer dan Jaringan Dasar - Konsep subnetting dipakai ketika sebuah jaringan komputer semakin komplex dan tidak efisien, mungkin ini saatnya untuk Subnetting ulang.

Pada jaringan komputer yang menggunakan IP Private kelas C, secara default alokasi IP address yang diberikan untuk host berjumlah 254 buah.

Darimana saya tahu?

Dari default subnetmask!

Ini akan kita bahas. Jadi, terus baca aja ya...

Kembali ke laptop,

IP sebanyak 254 itu, bisa jadi dipakai semua atau bahkan ada yang mubazir dimana alokasi IP untuk client sedikit tapi masih pakai setingan default.

Tidak efisien!


Halo,Assalamualaikum Wr.Wb sahabat SMK yang budiman...

Apa kabar?

Saya harap anda semua sehat selalu ya...

Hari ini saya akan membahas materi tentang Subnetting Alamat IP versi 4.

Seperti yang telah kita pelajari minggu lalu dalam materi Memahami IP address, IPv4 panjangnya adalah 32bit dan dibagi dalam 2 bagian,yaitu: Network dan host.

Bagaimana komputer tahu mana Network mana Host?

Dari Subnetmask.

Pengertian Subnetmask

Untuk diketahui, penulisan IP address itu selalu gandengan dengan Subnetmask. Ibarat perangko, nempel aja.

Bahkan walau gak ditulis sekalipun subnetmask pasti ada yaitu menggunakan default subnetmask

Jadi jika sebuah alamat IP tidak menyertakan Prefix atau informasi Subnetmask secara rinci, maka alamat IP tersebut otomatis menggunakan default subnetmask

Gak percaya?

Misal IP address 192.168.10.2 maka dia pasti akan menggunakan subnetmask default 255.255.255.0 atau prefix /24

Fungsi Subnetmask

Alamat IP yang didefinisikan baik secara manual atau otomatis, oleh protocol TCP/IP update akan disisipi informasi jaringan(network) dan tujuan client(host).

Disinilah tugas subnetmask.

Ketika jaringan komputer ibarat alamat rumah, maka dibutuhkan informasi detail seperti nama jalan, rt/rw dan nomor rumah.

Nah, untuk membedakan 2 bagian Network dan Host ini, perlu adanya Subnetmask.

Subnetmask sendiri berfungsi sebagai notasi penanda oktet ini bagian Network atau Host.

Intinya memberitahu komputer bahwa Oktet1,2,3 dan 4 itu Network atau Host dari si Subnetmask ini.


Nah, seru 'kan?

Gimana? Yuk kita kemon, lanjut bacanya...


Apa itu Subnetting?

Dalam jaringan komputer, perangkat (host) menggunakan Broadcast IP untuk mencari layanan dan perangkat lainnya.

Ingat bahwa Broadcast dikirim ke semua penghuni (host) di dalam jaringan.

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah contoh layanan jaringan yang bergantung pada Broadcast.

Perangkat (host) mengirim broadcast ke seluruh jaringan untuk mencari server DHCP. Pada jaringan yang besar, ini dapat membuat lalu lintas jaringan menjadi padat dan menyebabkan lelet.

Selain itu, IP Address versi 4 jumlahnya terbatas, sehingga perlu efisiensi pemakaian. Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa jenis dan kelas.

Mengurangi broadcast domain terlalu besar, efisiensi alamat IP yang terbatas adalah latar belakang perlunya subnetting, membagi network menjadi lebih kecil dan efisien.

Meskipun sudah diatur sedemikian rupa, subnetting tetap dibutuhkan untuk mengoptimalkan jaringan sampai sekarang.

Apa itu perencanaan pengalamatan IP ?

Perencanaan jumlah IP berkaitan dengan jumlah host (PC/Alat jaringan) yang akan dipasang pada sebuat ruang atau lokasi.

Nah...misalnya ada kasus seperti ini, dalam desain topologi Network Laboratorium komputer Sekolah Anda terdapat 4 Laptop 1 server dan 1 printer (lihat gambar 2).

Menerapkan Subnetting IPv4 kelas C
Gbr 2. Merancang kebutuhan IP


Tiap perangkat ini terhubung dengan sebuah Switch Unmanaged, dimana secara default switch ini akan meneruskan paket broadcast ke seluruh host yang terhubung dengannya.

Didalam topologi, jumlah host yang akan dihubungkan oleh switch ada 6, artinya kebutuhan minimal untuk laboratorium komputer sekolah ada 6 IP address.

Untuk keperluan jaringan Lokal (Local Area Network) berskala kecil, standarnya sudah diplot menggunakan IP Private kelas C yaitu 192.168.xxx.xxx /24

Oke, lanjut bacanya...


Proses subnetting

Jadi seperti diketahui, IP address selalu gandengan dengan Subnetmask. Bahkan walau gak ditulis dalam prefix sekalipun! Misal IP address 192.168.10.2 maka dia pasti akan menggunakan subnetmask default 255.255.255.0 atau prefix /24

Lanjut ya...

Tadi kita sudah memplot Laboratorium komputer sekolah anda "cuma" punya 6 client yang artinya juga hanya butuh 6 IP saja dimana akan dipakai oleh 4 laptop dan 1 printer dan 1 server.

Lalu sebagai teknisi jaringan, anda faham bahwa lab tersebut adalah jaringan lokal yang kecil sehingga sudah pasti menggunakan IP Private IPv4 kelas C.

IPv4 (saya tulis gitu aja ya?) menggunakan default subnetmask prefix /24 atau dalam Biner ditulis 11111111.11111111.11111111.00000000, (coba perhatikan angka 1nya, ada 24 gak?).

Jika biner dikonversi menjadi desimal hasil prefix/24 adalah 255.255.255.0.

Oke, karena kalian udah mulai faham, untuk sementara kita tulis dulu laboratorium komputer SMKN 1 Natar menggunakan jaringan (network) 192.168.10.0/24.

"Bisa gak pak saya tulis network 192.168.0.0?"

Bisa aja, yang penting kan, untuk jaringan kecil kita memakai IP kelas C Private yang diawali 192.168.xxx.xxx.

Nah, xxx.xxx coba diperhatikan, dia masuk ke oktet berapa?

Betul oktet 3 dan oktet 4. Lalu diingat lagi, bahwa Oktet 3 itu porsinya Network dan oktet 4 porsinya Host.

Menerapkan Subnetting IPv4 kelas C
Gbr 3. Menganalisa Subnetmask untuk menentukan jumlah IP per jaringan

"Pak! 10 itu darimana, sama kenapa ada 0 nya?" Mungkin ini pertanyaan kalian, atau malah gak ada yang tanya? Mehh!

Perhatikan gambar 4 dibawah...

Menerapkan Subnetting IPv4 kelas C
Gbr 4. Menganalisa Subnetmask untuk menentukan jumlah IP per jaringan. Pada ilustrasi, jika laptop diberi IP 192.168.20.1/24 dan printer diberi IP 192.168.10.1/24, apa yang terjadi?


IP address versi 4 seperti diketahui panjangnya 32bit, dibagi dalam 4 oktet, artinya 1 oktet = 8bit.

Pada gambar 4, IP address pada Oktet1, Oktet2 dan Oktet3 ditulis dalam notasi desimal. Khusus oktet4 ditulis dalam notasi biner.

Oiya, perhatikan juga Oktet1 sampai Oktet3 merupakan bagian dari Network (N) dan Oktet4 bagian dari Host (H).

Nah coba kamu amati, jika saya tulis sebuah IP 192.168.10.0/24, angka 10 berada di oktet ke berapa? 1,2,3,4? bagian mana? Network atau Host?

Yep, betul! 10 berada di oktet3 dan dibagian Network...

"Boleh saya tulis sembarang pak?" Boleh saja, selama masih di antara angka 0 dan 255. Nanti dibahas dibawah...

Untuk angka 0 pada oktet4, perhatikan bitnya 00000000 semua. Karena bit nilai 0 semua = NetworkID dan 1 semua = BroadcastID maka IP 192.168.10.0 disebut IP Network.

Pada ilustrasi gambar 3 diatas, jika laptop diberi IP 192.168.20.1/24 dan printer diberi IP 192.168.10.1/24, apa yang terjadi? Coba perhatikan oktet3 nya!

Betul gak sama, 20 dan 10. Artinya Laptop dan printer gak 1 jaringan. Hasilnya, si Laptop gak bakal bisa ngeprint karena jaringannya gak dikenal.

"Ada solusi gak pak?"

Ada....tapi nanti di materi selanjutnya ya...

Saya ingetin lagi ya!

IP address selalu bergandengan dengan Prefix atau subnetmask. Dari informasi subnetmask lah, dapat kita tentukan Jumlah network,jumlah Host, alamat Host pertama,Alamat host terakhir pada sebuah jaringan.

Inget, dari Subnetmask kita dapat menentukan :
  • Jumlah Host,
  • jumlah network,
  • NetworkID,
  • BroadcastID,
  • alamat IP yang dapat dipakai pertama,
  • alamat IP yang dapat dipakai terakhir

Menghitung jumlah Host pada subnetmask standar

Udah mulai pening belooom? Belommm! Alhamdu...lilllaah.

Jika tadi kamu tulis laboratorium Komputer menggunakan network 192.168.10.0/24, lalu berapa jumlah IP yang bisa diberikan pada jaringan tersebut?
Perhatikan gambar 5...

Gbr 5. IP Kelas C secara default memiliki Prefix length /24 atau 255.255.255.0


Dengan menggunakan rumus Jumlah Host per Subnet = 2h – 2, dimana h adalah adalah banyaknya bit 0 pada oktet bagian host. Jadi jumlah host per subnet adalah 28 – 2 = 254 host

Coba perhatikan gambar 5, di oktet 4 (atau porsi H-Host) bit 0 nya ada 8 kan?

Dari rumus diatas dan informasi gambar, ada 2 IP yang gak boleh di pakai karena menjadi Identitas Network dan Broadcast, yaitu IP dimana oktet4 (porsi H) nilai bitnya 00000000(0 semua) atau bitnya 11111111 (1 semua)

Wow setelah masuk rumua, hasilnya ada 254 IP yang valid gaes. Nah, Padahal kalo dilihat pada gambar 3 topologi jaringan SMKN 1 natar, kita cuma butuh 6 IP untuk semua clien. Gimana solusinya nih????


Menghitung jumlah Network pada subnetmask standar

Perhatikan gambar 6 dibawah

Gbr 6. Menghitung jumlah network


Dengan menggunakan rumus Jumlah Network = 2n, dimana n adalah adalah banyaknya binari 1 pada oktet bagian host. Jadi jumlah Network adalah 20 = 1 Network

Coba kita analisa. IP 192.168.10.0 /24 disebut IP Network karena pada oktet4-nya ditulis 0. Perhatikan prefixnya /24 alias Subnetmask default 255.255.255.0.

Jadi, kita akan cari prefix /24 itu ada berapa network yang bisa di handle.

Caranya cukup mudah, kita perhatikan oktet4, atau porsi Hostnya saat dikonversi menjadi biner ada angka 1 nya gak? Gak ada 'kan? Alias 0

Maka 20 = 1 Network


Pertanyaan kalau dibalik gini: tentukan NetworkID untuk IP 192.168.10.222 /24

Perhatikan gambar 7 dibawah

Gbr.7. Jika diketahui Laptop memiliki IP 192.168.10.222 / 24 atau subnetmask 255.255.255.0, tentukan networkIDnya? Cukup simpel penyelesaiannya kok. Analisa yuk.


Mari kita analisa, pertama-tama, kita konversi desimal 222 menjadi biner.

Pakai kalkulator aja, gpp. Biar cepet. 222 desimal = 11011110 biner.

Nah, kalian tinggal di kali aja oktet4 IP dengan Oktet4 Subnetmask. Taraa...gampang 'kan? 11011110 X 00000000 = 00000000. Gak usah mikir! Apapun angkanya, kalo di kali 0 ya hasilnya 0 'kan?

Jadi IP 192.168.10.222 /24 menggunakan NetworkID 192.168.10.0 /24. Kalau kami menyebutkan IP 192.168.10.222 berada di network ke 0.

Parahnya, saya ngasih contoh dalam gambar 7 gak bener ya, hehehe. Tapi not father sih! Alias gak papa...

Kalau dilihat pada gambar 7, saya kasih IP 192.168.10.0 /24. Ini bisa jadi pertanyaan juga.

Apakah IP 192.168.10.0 IP address yang dapat dipakai alias valid? Hayo ada yang bisa jawab gak?

Jawabanya sederhana, lihat lagi aja gambar 7.

Cara penyelesaiannya sama aja pada penjelasan nyari biner 222 tadi. Oktet4 kita cari desimal 0 = 00000000 biner. Lalu tinggal dikali Oktet4 IP dengan Oktet4 subnetmask. Taraa....hasilnya 00000000X00000000=00000000. Alias 0 desimal

Nah, ini jelas bukan IP yang valid, karena kalo dibreakdown, IP 192.168.10.0 akan menghasilkan 192.168.10.0 juga, alias IP ini adalah IP Network itu sendiri. So, ini gak bisa dipake karena sebagai identitas network (NetworkID)

Faham?


Kalau udah ketemu NetworkIDnya, cari alamat Broadcast pasti gimpil!

Perhatikan gambar 8 dibawah

Gbr.8 Perhatikan oktet4 Network IP, 0 semua 'kan? Ada berapa?8 bit 0.Sip


Dengan mengetahui Alamat Network = 192.168.10.0 dimana 0 pada oktet4 bitnya 00000000, maka alamat broadcastID adalah jumlah maksimum bit 1 pada bagian host adalah 11111111 (inget kalo 0-nya 8bit maka 1-nya juga 8bit).

Jika ditulis 192.168.10.11111111 dalam desimal 192.168.10.255

Sampe sejauh ini masih ngikutin 'kan?

"Pak, buat apa kita mengetahui networkID dan broadcastID?"

Hmm, pertanyaan bagus!

Gini, untuk komputer berbasis Windows, penulisan alamat IP hanya cukup ditulis IP dan subnetmasknya saja.

Untuk komputer berbasis Unix dan Linux, ada beberapa yang saat kita konfigurasi alamat IP-nya harus lengkap dengan NetworkID dan BroadcastID.

Kalau gak lengkap, jadi gak konek.. Gituh!

Nah ini contoh konfigurasi IP address di linux ubuntu, perhatikan bagian network dan broadcastnya.

Konfigurasi IP address linux



Menentukan alamat Host pertama dan terakhir pada subnetmask standar

Perhatikan gambar 9 dibawah

Gbr 9. Cara menentukan ip yang valid yang menggunakan subnetmask 255.255.255.0


Pada pembahasan sebelumnya, saya selalu menggunakan basis IP 192.168.10.0, padahal ini gak valid alias gak bisa dipakai karena menjadi Network ID.

Tapi karena udah terlanjur nulis banyak, sekalian sama-sama bingung.Hehehehe

Nah, karena IP 192.168.10.0 /24 itu bukan IP yang valid alias gak bisa dipakai, jadi IP yang valid apa dong?

Gimpil, karena kita udah tau bahwa subnetmask 255.255.255.0 atau prefix /24 NetworkID = 192.168.10.0 dan BroadcastID = 192.168.10.255 maka,
IP yang valid adalah 192.168.10.1 sampai dengan 192.168.10.254

Wow, ini pas bingit dengan rumus 2h - 2 'kan? Ada 254 IP yang bisa dipakai ges dengan menggunakan Subnetmask 255.255.255.0 alias /24

Tapi kita masih punya masalah!

Lab komputer kita cuma ada 6 Client alias cuma butuh 6 IP, kalau pakai kita setting Lab kita menggunakan Subnetmask 255.255.255.0 ini pemborosan ges!! 254-6 = ada 248 IP nganggur!

"Tapi bisa gak pak dipakai?"

Ya bisa, gak masalah, no problemo. Teknisi jaringan malah kebanyakan pakai yang default saja. Tetap lancar!

"Lalu masalahnya apa,pak?"

CUma efesiensi dan performa jaringan saja sih ges!


Memahami dasar Subnetting

Subnetting adalah memecah jaringan yang besar menjadi beberapa jaringan kecil

Subnetting IPv4 dibuat dengan meminjam 1 atau lebih bit pada bagian host.

Semakin banyak bit host yang dipinjam, semakin banyak subnet yang dapat dibuat tapi semakin sedikit jumlah IP validnya.

Untuk setiap bit yang dipinjam, jumlah subnet yang tersedia menjadi dua kali lipat.

Ini gambaranya hubungan antara peminjaman bit, prefix terhadap jumlah network dan ip host valid


Subnetting dengan cara meminjam bit oktet4

Contoh kasus!
Sebuah lab komputer diberikan alamat jaringan oleh administrator 192.168.1.0/25. Lakukan analisa IP pada jaringan tersebut.

Melakukan analisa perencanaan IP

Analisa perubahan Subnetmask: Prefix /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (dikonversi menjadi desimal => 255.255.255.128).

Lalu IP 192.168.1.0 sendiri sudah pasti tidak valid karena menjadi NetworkID.

Perhatikan gambar 10.

Gbr.10. Perubahan subnetmask default karena dipinjam 1 bit pada oktet4 nya


Diketahui bahwa subnetmask default adalah prefix /24. Maka ketika kalian menyewa internet dari ISP dan diberi IP secara manual dengan prefix /25. Jangan bingung ya!

Berarti IP yang diberikan oleh ISP tersebut sudah disubnetting oleh mereka. Kita cukup meminjam 1 bit untuk mengetahui nilai Subnetmask dari ISP tersebut.

11111111.11111111.11111111.00000000 = 24 bit aka /24 aka subnetmask default 255.255.255.0
11111111.11111111.11111111.10000000 = 25 bit aka /25

Nah, sekarang dikonversi aja prefix /25 jadi desimal menjadi 255.255.255.128. See? Jadi deh subnetmask baru 255.255.255.128

Dari informasi subnetmask inilah kita dapat menentukan:
  • Jumlah Host,
  • jumlah network,
  • NetworkID,
  • BroadcastID,
  • alamat IP yang dapat dipakai pertama,
  • alamat IP yang dapat dipakai terakhir

Perhitungan Subnetting

Nah, berdasarkan data pada gambar 10, kita selesaikan analisanya sebagai berikut.

Pertama kita fokus di oktet4 255.255.255.128. Oktet4 itu 128 dan bagian Host.

Kita konversi ke biner menjadi 10000000

Sampe sini ada yang masih ada belum bangun tidur?

Kalo udah bangun, siapkan rumus 2h - 2 dan 2n

Ingat! h itu banyaknya bit 0 dan n banyaknya bit 1. Satu lagi angka ajaib 256. Dari mana angka 256? Saya ingetin lagi deh, dari bit 11111111 = 28 = 256.

Tapi kok ditulis 11111111= 255?

Logikanya gini: angka itu dimulai dari 0 sampai 255 = ada 256 'kan? Coba 0 sampai 9 ada berapa?

Pinter!!!

Lalu, kita breakdown yuk....

  • Jumlah blok Subnet = 2n, n = bit 1 pada oktet4 cuma ada 1. Jadi Jumlah Subnet adalah 21 = 2 blok subnet
  • Jumlah IP valid per subnet = 2h – 2, h = bit 0 pada oktet4 cuma ada 7. Jadi jumlah host per subnet adalah 27 – 2 = 128-2 = 126 host
  • Blok NetworkID = pakai angka magic 256 - 128 (nilai 128 diambil dari oktet4 subnet mask =>255.255.255.128) = 128. 128 adalah kelipatan untuk menentukan blok networkID.

    Jadi, berdasar jawaban Jumlah subnet pada poin 1, dimana menjadi 2 subnet, maka blok NetworkID ada dua yaitu,0 dan 128. Kalo ditulis networkID ke0 = 192.168.1.0 dan networkID ke1 = 192.168.1.128

Bagaimana dengan alamat IP valid pertama dan terakhirnya tiap blok NetworkID? Lalu broadcastID nya berapa??

Untuk menjawabnya, kita analisa dikit ya...

Ingat default subnetmask prefix /24 itu menggunakan NetworkID 192.168.xxx.0 dan broadcastID 192.168.xxx.255

  • BroadcastID blok subnet ke0 = 128 - 1 = 127) Sehingga NetworkID 192.168.1.0 memiliki broadcastID 192.168.1.127

    Maka IP valid di blok NetworkID ke0 adalah 192.168.1.1 sampai 192.168.1.126
  • BroadcastID blok subnet ke1 = 256 - 1 = 255) Sehingga NetworkID 192.168.1.128 memiliki broadcastID 192.168.1.255

    Maka IP valid di blok NetworkID ke1 adalah 192.168.1.129 sampai 192.168.1.254

Perhatikan gambar 11 dibawah sebagai ilustrasi.

Gbr 11. Tabel subnetting prefix /25. Lihat triknya.



Perhitungan Subnetting jika diketahui alamat IP dan prefixnya saja

Kadangkala teknisi jaringan terutama dari Perusahaan ISP hanya memberi alamat IP dan prefixnya saja untuk kita konfigurasi.

Contoh: Analisa sebuah IP dari ISP 192.168.10.138/27. Tentukan:
  • subnetmask
  • alamat networkID
  • alamat broadcastID
  • jumlah host per blok network
  • posisi alamat IP tersebut di blok network ke berapa
  • IP host pertama dan terakhir pada blok netword tersebut

Show we....

Mencari subnetmask dari prefix yang diberikan ISP

Mari kita coret-coret dan sambil perthatikan gambar 12...

Gbr 12. Perhitungan subnetting prefix /27


Pertama, kita analisa dulu prefix /27 pinjam berapa bit dari Oktet4 . Caranya simple :

27 - 24 = 3 bit yang dipinjem jadi bagian Network (atau 1) dari oktet4.

"24 dari mana pak? "

Dari prefix default kelas C /24

oke faham ya...

Lalu kita jabarkan Oktet4 tadi menjadi 11100000, langsung konversi saja ke desimal = 224. Berarti prefix /27 Subnetmasknya 255.255.255.224

Menentukan NetworkID dari IP yang diberikan

Kedua, karena yang ditanya IP 192.168.10.138 NetworkID berapa, kita fokus ke oktet4 IPnya..

138 = 10001010 ( oktet4 alamat IP)
224 = 11100000 ( oktet4 subnetmask prefix /27)
----------------------------------------------x
128 = 10000000 ( hasil perkalian ini dijadikan NetworkID )

Jadi ges...gampang 'kan?

IP 192.168.10.138 /27 itu dah ketahuan NetworkIDnya 192.168.10.128

Kalo udah ketahuan NetworkIDnya, broadcastID harusnya bisa dicari juga...

Perhatikan gambar 13 dibawah...

Gbr 13. Mencari broadcastID prefix /27


Menentukan BroadcastID dari IP yang diberikan

Ketiga, kita analisa lagi...tadi Oktet4 yang notabene milik Host dipinjam 3bit buat si Network. Kalo ditulis dalam notasi biner = 11100000 atau 224.

Coba perhatikan, berarti Jumlah IP maksimum yang valid di bagian host sisa 5 bit 00000.

Kalo dimasukan rumus 2h - 2 = 25 - 2 = 32 - 2 = 30 IP valid.

Kita fokus ke oktet4 NetworkID ya, tadi didapat 10000000 = 128. Sekarang kita cari BroadcastIDnya.

Caranya ginih..

100 | 00000 ( sengaja saya pisahin 3 bit 100. 'Kan dipinjem buat Network )
100 | 11111 ( sengaja juga saya pisahin, biar keliatan 00000 sampai 11111 nya)

10000000 = 128 desimal --> ini buat IP NetworkID
10011111 = 159 desimal --> ini buat IP BroadcastID

Mulai ngeh ya? Asyik 'kan?

Nah Selanjutnya ke pertanyaan ke empat. Kita cari alamat host pertama dan terakhir pada blok subnet tersebut.

Gampang ini....

Pake saja rumus 2h - 2 dan 2n

Gbr 14. Mencari broadcastID prefix /27


Yuk kita analisa dikit...

  • Jumlah blok Subnet = 2n, n = bit 1 pada oktet4 ada 3. Jadi Jumlah Subnet adalah 24 = 8 blok subnet
  • Jumlah IP valid per subnet = 2h – 2, h = bit 0 pada oktet4 cuma ada 5. Jadi jumlah host per subnet adalah 25 – 2 = 32-2 = 30 host
  • Blok NetworkID = pakai angka magic 256 - 224 (nilai 224 diambil dari oktet4 subnet mask =>255.255.255.224) = 32. 32 kelipatan dalam menentukan networkID tertinggi.

    Jadi, berdasar jawaban Jumlah subnet pada poin 1, dimana menjadi 8 subnet, maka blok NetworkID ada 8 yaitu,0,32,62,96,128,160,192,224. Kalo ditulis networkID ke0 = 192.168.10.0, networkID ke1 = 192.168.10.32 dan seterus sampai networkID ke7 = 192.168.10.224

Mengetahui posisi IP berada di blok subnet keberapa

Ke lima, cara mengetahui IP 192.168.10.138 berada di blok network ke berapa?

Hmm, cara cepetnya gini...liat ini 0,32,62,96,128,160,192,224.

Sekarang liat IP 192.168.10.138 di oktet4 nya saja. 138. Liat deh, 138 itu berada diantara 128 dan 160 alias berada di blok Network ke - 4.

Easy gizi 'kan?

Atau biar yakin, setelah didapat data-data tentang jumlah Network (subnet), jumlah Host per subnet, serta blok Subnet, kita akan melihat posisi IP 192.168.10.138/27 berada di subnet ke berapa.

Bikin tabel atau coretan seperti gambar 15 dibawah...

Gbr 15. Tabel subnetting prefix /27


Mencari IP pertama dan terakhir pada blok IP yang telah ditentukan

Nah ini yang ke enam alias terakhir ya...

Sebenernya udah kejawab pada gambar 15. Tapi baiklah...biar makin clear saja jelaskan...

Karena NetworkID dan BroadcastID untuk IP 192.168.10.138 udah ketemu, gimpil bingit ini mah...

NetworkID 192.168.10.128
Host pertama IP yang valid 192.168.10.129
sampai...
Host terakhir IP yang valid 192.168.10.158
BroadcastID 192.168.10.159

Antara 129,130,131,132 sampai 158 jumlahnya ada 30 IP. Cocok kan dengan rumus diatas.

Dah ya...

Besok kita bahas VLSM dan CIDR. Apa lagi itu? Besok aja...

Oiya, penjelasan diatas, sudah menjawab permasalah ini belum?????
Menerapkan Subnetting IPv4 kelas C
Gbr 2. Merancang kebutuhan IP



Tugas portofolio Menerapkan Subnetting IPv4 kelas C

1. Diketahui alamat Network sebuah lab komputer 192.168.100.0/26. Tentukan:
  1. Subnet Mask
  2. Alamat IP Host Pertama
  3. Alamat IP Host Terakhir
  4. Alamat IP Broadcast

2. Diketahui alamat IP komputer 192.168.1.211/26. Tentukan:
  1. Subnet Mask
  2. Alamat Network IP tersebut
  3. Alamat Broadcast IP tersebut
  4. Posisi IP tersebut berada di subnet ke berapa

Latihan soal dan quiz Melakukan Subnetting IP versi 4 kelas C

  1. Kerjakan soal-soal Melakukan Subnetting IP versi 4 kelas C yang tersedia melalui akun Quipper kalian. ( Baca disini : cara mendaftar quipper learn buat siswa)


 

Start typing and press Enter to search