Romantisme remaja tahun 90-an: Dilan 1990

- 07 Februari

Demam Dilan 1990 melanda. Anak-anak muda kekinian sedang mengagumi sosok Dilan yang notabene mewakili pemuda zaman old, pemuda tahun 1990. Tadinya aku sempat beberapa kali menolak ajakan istri untuk menonton Dilan 1990.Yah, you knowlah, film Indonesia 'kan gitu-gitu aja.

Rasa penasaran tentang Dilan 1990 aku cari di internet, hingga sampailah di laman blogger ayah pidibaiq. Dilan 1990 ternyata ditulis dilaman bloggernya, tidak semua bab sih, tapi dari pertama baca sudah asik, enteng, mudah dicerna. Hmm, berarti filmnya worthed buat di tonton.

DILAN, DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990 (Edisi Revisi)

Romantisme tahun 90-an

Era 90-an dianggap tahun-tahun terbaik oleh bapak-bapak dan ibu-ibu jaman sekarang. Ya, mereka termasuk aku pernah mengalami masa remaja ditahun 90an, mengklaim romantisme pada masa itu sangat orisinal, apa adanya. Kehidupan remaja, nakalnya remaja pada waktu itu ya seperti itulah...sehingga ketika menyaksikan Dilan 1990 aku dan istri dibikin terpesona, diajak rewind sejenak kembali ke masa-masa itu.

"Pi, itu gayamu dulu...lucu!" Bisik istri sambil mencubit lenganku

Aku cuma tertawa kecil. Memang Dilan 1990 bikin baper. Remaja cowok dulu ya gitu kalo ngegombal, apa adanya, so pure. Jadi kalo dibandingkan dengan zaman sekarang, hal tersebut mungkin dianggap norak ya? hehehe.

Film ini ngena banget buat bapak-bapak,ibu-ibu,om-om dan tante-tante yang pengin merasakan kembali hatinya berbunga-bunga, rona pipi yang memerah, dan senyum sendiri mengingat tingkah laku kita semasa remaja dulu. Hype!

Memang tahun 90-an adalah tahun transisi kemajuan teknologi. Waktu itu sudah ada telepon, tapi masih telepon umum, pakai koin 50 perak dan 100 perak untuk menelpon 3 menit yang akan terasa cuma 3 detik saat harus berbicara dengan sang pujaan. Makanya kita kudu siapin koin banyak dan mental seabreg, terutama jika kita nelpon malem minggu dimana kita dapet giliran antri paling belakang.
Pesan singkat melalui sobekan kertas, surat cinta yang ditulis dengan tangan, yang harus direvisi berulang-ulang agar isinya gak norak, bikin kita kala itu makin dag dug der. Gelisah menunggu jawaban, atau senang menerima sebuah surat dari pengagum rahasia..indah dan sederhana.

Pesan moral Dilan 1990

Sebenernya banyak pesan moral yang ditampilkan dalam Dilan 1990. Sebagai pendidik aku menyoroti adegan Suripto yang mentang-mentang jadi guru BP (sekarang BK) mengintimidasi Dilan, bahkan menamparnya. Dilan yang berdarah muda naik pitam, dan balik ingin menghajar pak Suripto.

Perilaku pak Suripto dan Dilan yang melawan Guru sebenernya gak bagus. Dulu waktu aku di SMK (dimana gurunya terkenal galak dan main tangan), digampar guru adalah hal yang masih wajar, tapi melawan guru (mohon maaf kami tidak pernah dan tidak akan pernah terbersit!). Tetap walau sakit, kita menghormati guru layaknya orangtua kedua. Camkan itu!

Puas nonton Dilan 1990

Aku dan istri dibuat cengengesan oleh Dilan 1990. Overall film ini asik, mudah dicerna, konflik yang sedikit (mosok masih remaja konfliknya dah seabreg!), pedekate, pacaran, menghayal, rayuan gombal, dan penggambaran masa SMA yang baik sekali oleh sutradara. Salut juga buat penulis Novel, filmnya gak keluar dari isi cerita. Film ini cukup mewakili rasa yang disebut nostalgia.

Yuhuu, dibawah adalah kolom komentar dimana kamu bisa berinteraksi dengan saya. Komentar yang sifatnya spam akan saya hapus!

 

Start typing and press Enter to search